Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama pejabat Pemkab Banyuwangi saat mengikuti Webinar
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama pejabat Pemkab Banyuwangi saat mengikuti Webinar "New Normal Life" bersama Kemendagri dan Kemenpan RB, Rabu (3/6/2020). (Foto: ANTARA/Pemkab Banyuwangi)

Bupati Banyuwangi Paparkan Skema Normal Baru

Antara • 04 Juni 2020 08:26
Banyuwangi: Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan skema era normal baru. Selain menyusun aturan, penerapan kenormalan baru juga akan dilakukan simulasi. 
 
"Kami membaginya dengan tahapan emergency, recovery, hingga penerapan normal baru. Ini berlaku di sektor pelayanan publik, pariwisata, hingga tradisi keagamaan terus kami simulasikan untuk penyempurnaannya," kata Bupati Anas, melansir Antara, Kamis, 4 Juni 2020.
 
Anas mengatakan Banyuwangi siap menghadapi masa kenormalan baru. Kesiapan ditunjukkan dengan penggalian konsep tatanan new normal yang disesuaikan dengan kemampuan daerah sembari menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

Ia mencontohkan pada pelayanan publik di sejumlah desa, mulai diselenggarakan dengan protokol kesehatan ketat. Desa juga wajib menerapkan kebersihan dan kesehatan sebagai standar utama era normal baru, mulai dari petugas yang menggunakan masker dan pelindung wajah, hingga standar kebersihan pelayanan yang terjaga.
 
"Pelayanan publik tidak boleh seterusnya berhenti. Memang sebagian bisa secara daring, tapi sebagian tetap butuh kehadiran fisik. Secara bertahap kami mulai menyiapkan pelayanan publik menyambut era normal baru ke depan. Intinya, kinerja petugas pelayanan publik tetap prima, tapi sekaligus protokol kesehatan terjaga," ujarnya.
 
Baca juga: Kota Dumai Pilih New Normal Ketimbang Perpanjang PSBB
 
Di bidang pariwisata, lanjut Anas, Banyuwangi juga mulai menyiapkan skema pelayanan secara bertahap. Bahkan Banyuwangi telah membuat  tahapan linimasa pemulihan sektor pariwisata daerah.
 
Tahap awal, kata dia, salah satu yang mulai disiapkan adalah sektor kuliner. Pemerintah daerah setempat telah mengeluarkan pedoman penyelenggaraan bagi restoran, kafe, dan rumah makan.
 
"Kami ingin aman dari covid-19, sekaligus ingin produktif agar ekonomi masyarakat pulih. Dengan pedoman itu diharapkan para pelaku kuliner telah siap saat normal baru diberlakukan," beber dia.
 
Di bidang keagamaan, pihaknya juga telah bertemu dengan tokoh lintas agama terkait penerapan ibadah keagamaan di era normal baru. Hal ini menyikapi telah dikeluarkannya surat edaran (SE) tentang pedoman penyelenggaraan ibadah oleh Kementerian Agama.
 
Ia menambahkan, aktivitas keagamaan di rumah ibadah di era normal baru harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Ada kewajiban yang harus ditaati, baik oleh pengurus rumah ibadah maupun warga yang akan beribadah.
 
Baca juga: Pemkot Padang Siapkan Regulasi Menuju New Normal
 
"Kami telah bertemu dengan tokoh lintas agama dan seluruh ormas Islam, dan mereka menyatakan siap mendukung pelaksanaan normal baru yang bakal ditetapkan oleh pemerintah," jelasnya.
 
Anas memastikan dalam upaya penyusunan aturan era normal baru, Pemkab Banyuwangi melibatkan banyak pemangku kepentingan. Mulai dari tenaga kesehatan, tokoh agama, dan para pelaku usaha untuk sama-sama memahami proses aktivitas pada era normal baru yang akan diberlakukan.
 
"Konsolidasi terus kami lakukan, para tokoh-tokoh kami libatkan agar turut melakukan sosialisasi ke jemaah maupun warganya, sehingga dalam penerapan ke depan bisa berjalan tanpa hambatan," pungkasnya.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MEL)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan