Ternak sapi mencari makan di lahan yang mengering di Kecamatan Kayangan, Tanjung, Lombok Utara, NTB. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)
Ternak sapi mencari makan di lahan yang mengering di Kecamatan Kayangan, Tanjung, Lombok Utara, NTB. (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

Bali, NTT, dan NTB Berisiko Tinggi Kekeringan

Nasional kemarau kemarau dan kekeringan Krisis Air Bersih BMKG
Antara • 08 Oktober 2021 10:28
Jakarta: Beberapa bagian wilayah Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur berisiko tinggi mengalami kekeringan menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
 
Informasi BMKG menyebutkan bahwa hari tanpa hujan ekstrem panjang terjadi di wilayah Bali, NTB, dan NTT menurut hasil pemantauan hingga 30 September 2021.
 
"Hari tanpa hujan paling panjang, selama 179 hari, terjadi di wilayah Kupang, NTT," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG A Fachri Radjab, Jumat, 8 Oktober.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia mengatakan, berdasarkan analisis curah hujan pada dasarian III September 2021, sebanyak 11,99 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan dan sisanya masih mengalami musim kemarau.
 
Baca juga: Situasi Lapas Parimo Kondusif Usai Kerusuhan
 
Menurut hasil pemantauan BMKG, hujan kategori rendah (kurang dari 20 mm/10 hari) yang bisa menyebabkan kekeringan meteorologis berpeluang terjadi di beberapa kabupaten/kota di Provinsi Bali, Maluku, NTT, dan NTB.
 
Kekeringan berpotensi terjadi di Buleleng, Bali; Bima, NTB; serta Belu, Flores Timur, Kupang, Nagekeo, Sumba Barat, dan Sumba Timur di NTT.
 
Selain itu, daerah Dompu dan Lombok Timur di NTB serta Ende, Ngada, Sikka, dan Timortengah Selatan di NTT statusnya siaga menghadapi kekeringan.
 
Sedangkan daerah Maluku Barat Daya di Provinsi Maluku serta Alor dan Timortengah Timur di Provinsi NTT statusnya waspada menghadapi kekeringan.
 
BMKG menyampaikan imbauan kepada warga untuk mewaspadai kejadian cuaca ekstrem seperti hujan es, hujan lebat dengan periode singkat, dan angin puting beliung pada masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif