Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah, Lilik Sujandi, saat berkunjung ke Lapas Parigi, 07/10 malam.ANTARA/HO/ (Kemenkumham Sulteng)
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah, Lilik Sujandi, saat berkunjung ke Lapas Parigi, 07/10 malam.ANTARA/HO/ (Kemenkumham Sulteng)

Situasi Lapas Parimo Kondusif Usai Kerusuhan

Antara • 08 Oktober 2021 09:51
Parigi Moutong: Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah menyatakan saat ini kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Parigi Moutong sudah kondusif usai kerusuhan yang melibatkan warga binaan dengan petugas penjagaan.
 
"Para warga binaan telah menyampaikan komitmennya, kondisi saat ini sudah kondusif, mereka berperilaku seperti biasa dan tertib, saat ini sedang membersihkan sisa barang-barang yang rusak," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah, Lilik Sujandi, di Lapas Parigi Moutong, Jumat, 8 Oktober 2021.
 
Saat ini, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulawesi Tengah mengambil alih kepemimpinan Lapas Parigi Moutong hingga masa pemulihan selesai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah petugas yang diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap warga binaan akan diperiksa. Lilik juga telah mencabut status para petugas tersebut dari Lapas Kelas III Parigi dan dipindahkan ke wilayah kerja Kanwil Kemenkumham Sulteng.
 
Hasil evaluasi, beberapa pegawai yang melakukan perilaku kasar kepada warga binaan akan diperiksa penyidik Polres Parimo.
 
Baca juga: Polisi Minta Warga Tak Takut Bersaksi untuk Kasus Kerusuhan di Yahukimo
 
"Sejak Kamis malam, saya nyatakan dicabut dari Lapas Parigi dan saya tempatkan pada pegawai kantor wilayah. Sambil menunggu dengan proses secara transparan, bagi siapa yang salah akan kita tindak sebagaimana mekanismenya," tambah dia.
 
Lilik menegaskan, apa pun kesalahan yang dilakukan warga binaan, petugas dilarang melakukan tindak kekerasan. "Tidak mesti tindakan kekerasan. Itu dilarang oleh norma dan hak asasi manusia."
 
Sebelumnya, narapidana dan tahanan di Lapas Kelas III Parigi Moutong mengamuk dan membuat kericuhan. Informasi yang diterima, keributan terjadi akibat tindakan kekerasan oknum sipir, yang menyulut kemarahan narapidana hingga berujung kericuhan sejak Kamis sore, 7 Oktober 2021.
 
Dalam peristiwa itu, narapidana juga sempat membakar kasur dan kursi kayu di luar blok tahanan, hingga berupaya menerobos pintu lapas, dan sebagian besar ruangan kantor dikuasai ratusan narapidana dan tahanan.
 
Tidak hanya itu, sempat terjadi aksi lempar batu dan sejumlah botol kaca ke arah petugas yang mencoba menenangkan narapidana di sisi tengah gerbang utama menuju ruang tahanan. Guna meredam situasi itu agar tidak menimbulkan keributan meluas, polisi melakukan pengamanan dengan personel gabungan.
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif