Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Masyarakat dari Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendes PDTT Ibrahim saat menghadiri wisudawan Akademi Paradigta. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)
Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Masyarakat dari Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendes PDTT Ibrahim saat menghadiri wisudawan Akademi Paradigta. (Foto: Dok. Kemendes PDTT)

Lulusan Akademi Paradigta Diajak Tangani Stunting

Nasional Berita Kemendes PDTT
Gervin Nathaniel Purba • 25 April 2019 10:31
Kubu Raya: Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengapresiasi Akademi Paradigta dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan di desa. Perempuan mempunyai peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa.
 
Dibentuknya Akademi Paradigta bertujuan untuk membentuk kepemimpinan perempuan di tingkat desa, dan bagaimana peran perempuan bisa ditingkatkan. Dalam Akademi Paradigta, para peserta diberikan pelatihan selama satu tahun dari mulai materi advokasi/ paralegal, belajar APBDes, Musdes, kemudian ada tugas akhir dan wisuda.
 
Akademi Paradigta merupakan hasil kerja sama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan pemerintah daerah di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, bersama dengan Yayasan PEKKA (Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lulusan Akademi Paradigta diharapkan mampu mengontrol masyarakat terhadap anggaran desa, dana PAUD meningkat atas usulan ibu-ibu yang jadi berani bicara, dan menolong identitas hukum masyarakat. Selain itu, ada juga yang mencalonkan diri jadi BPD, caleg, Kades, dan Kader Desa.
 
Bupati Muda mengajak para alumni Paradigta, mentor, dan akademisi untuk fokus pada masalah nyata yang ada di tengah masyarakat. Salah satunya masalah stunting.
 
"Ini masalah luar biasa yang mengancam generasi. Bukan hanya badan, tapi otak tak bisa berkembang. Dikhawatirkan melahirkan generasi yang tidak cerdas," kata Muda, saat menghadiri Wisuda Akademia Paradigta Kabupaten Kubu Raya ketiga, di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat, dikuti siaran pers, Kamis, 25 April 2019.
 
Peran perempuan juga diperlukan dalam pengembangan usaha. Salah satunya dengan memperkuat UMKM, penguatan pangan untuk peningkatan gizi.
 
"Kalau ibu-ibu sudah jadi alumni, dampak ibu-ibu bisa diukur jika bisa mengkaderkan kepada yang lainnya. Harapannya, ibu-ibu yang tidak paham dan sulit informasi bisa menambah wawasan dan mudah akses informasi, sehingga bisa mengembangkan dirinya," kata Muda.
 
Selain itu, dia berharap, ibu-ibu alumni bersama dengan PEKKA diharapkan bisa menjadi ahli di bidangnya. seperti fokus pada posyandu, pendidikan, ekonomi, dan bidang strategis lainnya.
 
Dalam acara itu, turut hadir Kepala Subdirektorat Kesejahteraan Masyarakat dari Direktorat Pelayanan Sosial Dasar Ditjen PPMD Kemendes PDTT Ibrahim.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif