Ilustrasi, rumah dampak pergerakan tanah. Foto: Medcom.id
Ilustrasi, rumah dampak pergerakan tanah. Foto: Medcom.id

Belasan Rumah di Sukabumi Terdampak Pergerakan Tanah

Nasional pergerakan tanah
Benny Bastiandi • 27 November 2019 14:18
Sukabumi: Pergerakan tanah melanda Kampung Babakan Sirna RT 03/06, Desa Limusnunggal, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Selasa, 26 November 2019. Belasan unit bangunan rumah warga terdampak bencana tersebut.
 
Dinding rumah terdapat retak. Beberapa bangunan rumah di antaranya ada yang mengalami kerusakan cukup parah dengan keretakan mencapai 10 sentimeter hingga 20 sentimeter.
 
"Ada sekitar 15 rumah warga yang mengalami kerusakan," kata Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Bantargadung, Sihabudin, kepada wartawan, Rabu, 27 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sihabudin menuturkan hasil pengamatan di lapangan terdapat keretakan di bagian dinding tembok, tetapi rumah masih bisa ditempati penghuninya. Namun jika tak segera ditangani, diperkirakan pergerakan tanah akan kembali terjadi.
 
"Sejauh ini sih terpantau masih aman. Warga juga masih menempati rumah mereka. Tidak ada yang mengungsi. Tapi kalau dibiarkan, khawatir kerusakan makin meluas," tuturnya.
 
P2BK sudah berkoordinasi dengan pemerintahan desa serta pemerintahan kecamatan setempat. Sihabudin menyebutkan pergerakan tanah diduga dipicu kondisi kemarau panjang yang terjadi dalam kurun enam bulan terakhir.
 
"Selama kemarau itu tanah mengalami rekahan. Saat diguyur hujan deras, kemungkinan kondisi tanah menjadi jenuh hingga terjadi pergeseran," ungkapnya.
 
Warga dan pemerintahan setempat sudah meminta BPBD atau instansi teknis meneliti pergerakan tanah. Langkah tersebut untuk memastikan penyebab pergerakan tanah.
 
"Kami terus memantau perkembangannya," imbuhnya.
 
Sihabudin mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan potensi kebencanaan. Dia mengingatkan saat ini mulai turun hujan meskipun intensitas masih rendah.
 
"Kami ingatkan masyarakat berhati-hati," pungkasnya.
 
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, mengatakan Pemkab Sukabumi belum menetapkan status siaga banjir dan tanah longsor. BPBD mulai mempersiapkan personel dan peralatan menghadapi musim hujan.
 
"Jadi, saat nanti ada penetapan status, kami betul-betul sudah siap," tuturnya.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif