Atleti senam lantai (Antara/WAHYU PUTRO A)
Atleti senam lantai (Antara/WAHYU PUTRO A)

DPRD Jatim Desak KONI Copot Pelatih Senam

Nasional SEA Games 2019 Filipina
Amaluddin • 02 Desember 2019 19:46
Surabaya: DPRD Jawa Timur mendesak pelatih yang memulangkan atlet senam, Shalfa Avrila Siani, 17, diberi sanksi dan dikeluarkan dari tim pelatih senam. Sebab pelatih tersebut dianggap mencoreng nama baik Shalfa yang dipulangkan dari Sea Games 2019 karena alasan keperawanan.
 
"Jika hal-hal tersebut tidak segera dilakukan, maka kami dari Fraksi PDI Perjuangan akan melakukan mosi tidak percaya kepada KONI dan minta anggaran KONI ditahan untuk sementara," kata anggota DPRD Jatim, Sri Untari Bisowarno, saat dikonfirmasi, Senin, 2 Desember 2019.
 
Untari mengaku prihatin Avrila dipulangkan mendadak dari SEA Games 2019, karena faktor tersebut. Untari juga mengecam pelatih yang sudah masuk dalam ranah pribadi seorang perempuan tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sangat prihatin, apalagi bagi saya sebagai sesama perempuan. Seorang pelatih tidak boleh menjustice hal seperti ini di depan media, sehingga merugikan bagi atlet yang bersangkutan, baik secara psikologis maupun mental spiritual. Apalagi masa depan yang bersangkutan menjadi terganggu," jelas Untari.
 
Oleh karena itu Untari meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) memanggil kembali Salva, untuk tetap ikut kontestasi SEA Games yang sedang berlangsung di Filipina. Untari juga meminta pelatih senam harus minta maaf secara langsung kepada Shalfa dan keluarganya.
 
"Kami minta KONI memanggil kembali Shalfa, sementara pelatih senam harus meminta maaf langsung kepada Shalfa dan keluarganya, karena telah mencoreng nama baiknya," ungkap Untari.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif