Ilustrasi - Medcom.id.
Ilustrasi - Medcom.id.

Pemkot Tangsel Diminta Kaji Nilai UMK

Nasional upah
Farhan Dwitama • 30 Oktober 2019 14:14
Tangerang: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang Selatan meminta Pemerintah Kota Tangerang Selatan memerhatikan sektor industri padat karya dalam menetapkan upah minimum kota/kabupaten (UMK). Apindo Tangsel meminta pemkot mengkaji kembali UMK rumusan pengupahan PP 78 tahun 2015.
 
Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangsel memperkirakan kenaikan UMK Tangsel tahun 2020 berdasarkan rumusan pengupahan sesuai PP 78 tahun 2015, sebesar 8,51 persen atau naik menjadi Rp4,1 juta dari sebelumnya 3.8 juta di tahun 2019.
 
"Dengan upah saat ini Rp3,8 juta saja, ada usaha yang nangis-nangis untuk itu (membayar gaji)," tegas Sekretaris Apindo Tangsel Yakub Ismail, Rabu, 30 Oktober 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia menerangkan saat ini terdapat beberapa industri dan sektor usaha mengecangkan ikat pinggang. Sementara beberapa di antaranya terpaksa merumahkan ribuan pekerja akibat tingginya beban upah dan pengaruh ekonomi lainnya.
 
"Dalam penetapan upah ini, Pemkot Tangsel, jangan hanya berpatokan kepada PP 78 tahun 2015. Seharusnya Pemkot juga membuat kajian, terkait kondisi industri di wilayah," terang Yakub.
 
Kajian tersebut penting dilakukan Pemerintah untuk mengetahui pasti kondisi pelaku industri dan usaha. Dia menilai jika kenaikan UMK di Tangsel mencapi Rp4.1 juta, maka banyak perusahaan melakukan efisiensi hingga penutupan usaha.
 
"Kami itu hadir lebih awal dari pada kota Tangsel yang baru 11 tahun. Kami telah berinvestasi lebih dulu di Tangsel, kami telah menjalin kekerabatan dengan masyarakat lebih dulu. Artinya, kami harus mendapatkan atensi khusus juga," tegas dia.
 
Dia mengungkap sesungguhnya ada celah soal penetapan UMK sehingga bisa meringankan beban pengusaha. Dia mencontohkan ada kajian yang dibuat tripartit lembaga kerja sama (LKS).
 
"Ada juga LKS tripartit, pakai PP nomor 8 tahun 2005 yang dalam Pasal 60 mewajibkan pemerintah untuk melakukan suatu kajian sektor mana yang dikatakan unggul dan sektor mana saja yang dikatakan tidak unggul, sehingga kita bisa betul-betul mempunyai peta jalan di wilayah," ujarnya.

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif