Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Edhi Gunawan di Yogyakarta, Kamis, 12 Desember 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Edhi Gunawan di Yogyakarta, Kamis, 12 Desember 2019. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Tunjangan Guru Madrasah DIY Belum Dibayar Empat Tahun

Nasional Tunjangan Guru
Ahmad Mustaqim • 12 Desember 2019 17:59
Bantul: Ratusan guru di bawah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta belum dibayarkan tunjangan kinerjanya. Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA) tidak menerima tunjangan kinerja (Tukin) sejak November 2015.
 
"(Jumlah guru yang Tukin belum dibayar) sekitar 300 guru," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY, Edhi Gunawan, di Yogyakarta, Kamis, 12 Desember 2019.
 
Edhi menjelaskan data guru kategori belum tersertifikasi belum menerima Tukin itu sudah diverifikasi dan validasi oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia mengatakan data tersebut telah diajukan ke pemerintah pusat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tidak begitu hafal (nominal jumlahnya), tapi dari seluruh guru sudah. Sekarang Kemenag akan berikan tunjangan kinerjanya," jelas Edhi.
 
Edhi menyebut besaran Tukin akan berbeda gaji yang diterima guru. Tukin ini diberikan untuk guru yang belum menjalani proses sertifikasi.
 
Besaran Tukin setiap guru berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta. Ia mengatakan akan berusaha memenuhi hak para guru itu.
 
"Ini sudah dihitung oleh Dirjen. Sudah diverifikasi, validasi, sudah dihitung cermat. Kemenang berusaha menganggarkan," ungkap Edhi.
 
Edhi menyebut masih ada kendala aturan dalam pembayaran Tukin guru belum tersertifikasi. Dalam Surat Keputusan Sekretariat Jenderal Kementerian Agama Nomor 83 Tahun 2019, menyebut bagi guru dan dosen yang Tukinnya belum dibayarkan, akan diberikan 50 persen sesuai kelas jabatannya.
 
Dengan estimasi kebutuhan dana cukup besar, Edhi enggan menyebut rinci keperluan dana pembayaran Tukin. Ia menyatakan anggaran pembayaran Tukin pada 2019 disiapkan Rp5 miliar.
 
"Ya memang aturannya kan belum ada. Ini kemudian, karena mulai 2015 muncul Tukin, guru tak masuk jabatan fungsional guru, diperlakukan beda dengan pegawai yang lain, dirapel nanti," jelas Edhi.
 
Sebelumnya Menteri Agama, Fachrul Razi mengatakan jika dana pembayaran Tukin sudah keluar. Namun Fachrul juga tak tahu rinci masalah itu.
 
"Itu sekarang sudah keluar, mungkin belum sempat dibagi. Saya kira bulan ini sudah bisa," ujar Fachrul.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif