Kendaraan melintas saat pemberlakuan
Kendaraan melintas saat pemberlakuan "Contra Flow" di KM 91 Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Selasa (3/9/2019). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Polisi Dukung Penerapan Speed Gun di Tol Cipularang

Nasional Kecelakaan Tol Cipularang
P Aditya Prakasa • 11 September 2019 13:49
Bandung: Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Barat mendukung wacana penerapan alat pengukur kecepatan atau speed gun di jalan Tol Cipularang. Polisi siap melakukan penindakan terhadap pelanggar apabila perangkat tersebut telah terapkan.
 
"Ya memang itu (speed gun) salah satu rekomendasi kita. Memang harus begitu (diterapkan)," kata Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Jawa Barat, Kompol Efos Satria Wisnuwardana saat dihubungi, Rabu, 11 September 2019.
 
Efos menjelaskan penerepan speed gun di ruas Tol Cipularang sebelumnya dicetuskan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk pencegahan kecelakaan. Namun hal itu masih perlu kajian lebih lanjut oleh instansi terkait.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Efos menjelaskan penerapan speed gun perlu dipasang di tol Cipularang khususnya di Km 90-100. Sebab, kontur jalan di lokasi itu menurun namun harus dilalui dengan kecepatan rendah.
 
"Karena di situ jalurnya landai, menurun. Enggak kerasa kalau orang lewat ke situ tambah kecepatan," ungkap Efos.
 
Menurut Efos selama ini pihaknya telah mencoba menggunakan speed gun manual. Namun penggunaan alat tersebut dinilai masih kurang efektif. "Selama ini kita lakukan, kita kan punya speed gun, tapi kan portable, manual. Nggak mungkin kita terus tongkrongin," beber Efos.
 
Meski begitu penyediaan perangkat mulai dari speed gun hingga kamera pengawas atau CCTV menjadi kewenangan Jasa Marga dan Dinas Perhubungan. Sementara pihaknya akan melakukan penindakan untuk ke depannya.
 
"Penindakan oleh kita. Bagus-bagus nanti bisa terfoto (kendaraan). Sehingga kita kirim tilang," pungkas Efos.
 
Sebelumnya kecelakaan di ruas Tol Cipularang terjadi sebanyak dua kali dalam waktu berdekatan. Pertama kecelakan terjadi melibatkan 20 kendaraan dan delapan orang meninggal di Km 91. Lalu beberapa hari kemudian kecelakaan beruntun kembali terjadi di km 92 yang menyebabkan sejumlah orang mengalami luka-luka.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif