Selpi Lusniawati, 27, memperlihatkan foto ibunya, Alis Juariah. Foto: MI/Benny Bastian
Selpi Lusniawati, 27, memperlihatkan foto ibunya, Alis Juariah. Foto: MI/Benny Bastian

TKI di Riyadh Hilang Kontak 21 Tahun

Nasional tki buruh migran nasib tki
Benny Bastiandi • 16 Oktober 2019 11:32
Cianjur: Selpi Lusniawati, 27, selalu dibuat galau. Warga Kampung Muhara RT 02/10, Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ini masih menanti kabar kepulangan ibunya, Alis Juariah, pekerja migran Indonesia yang hilang kontak hampir 21 tahun.
 
Alis dikabarkan tinggal bersama majikannya bernama Saed Aljahrani di Riyadh, Arab Saudi. Kasus hilang kontak sudah dilaporkan ke berbagai pihak, termasuk KBRI di Riyadh.
 
Berdasarkan surat yang diterima keluarga dari Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI pada 29 Agustus 2019, pihak KBRI berjanji segera memulangkan Alis Juariah dalam kurun waktu 25 hari. Namun hingga kini belum ada kejelasan pemulangan Alis Juariah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami masih menunggu kejelasan soal pemulangan ibu saya. Katanya waktu itu akan segera dipulangkan dalam waktu 25 hari setelah pihak KBRI berhasil menghubungi majikan ibu saya di Riyadh. Tapi sekarang mau dua bulan, ibu saya belum pulang-pulang juga," kata Selpi ditemui di kediamannya, Rabu, 16 Oktober 2019.
 
Selpi mengaku setelah keluarga di Cianjur menerima surat dari Kemenlu dan BNP2TKI, ibunya pernah menghubungi melalui nomor telepon majikan. Dalam pembicaraan itu, ibu saya minta agar kami mencabut tuntutan. Selpi dan keluarganya mengira ibunya berada di bawah tekanan.
 
"Waktu itu teleponnya malam-malam. Ibu saya mengaku menelepon pakai telepon majikannya," tutur Selpi.
 
Selpi dan keluarganya masih menyimpan tanda tanya besar menyangkut nasib ibunya. Ia mempertanyakan sulitnya berkomunikasi dengan sang ibu. Padahal ibunya dikabarkan dalam kondisi baik di Riyadh.
 
"Kan jadi aneh dan heran. Kalau ibu saya di sana baik-baik saja, kenapa untuk berkomunikasi saja sangat sulit? Kenapa harus menelepon menggunakan nomor majikan?" ujarnya.
 
Jika sampai tak ada kejelasan lagi menyangkut nasib ibunya, Selpi berniat akan melayangkan surat langsung ke Raja Salman. Ia meyakini Raja Salman akan bersikap bijak sehingga ibunya bisa segera dipulangkan ke Indonesia.
 
"Mudah-mudahan suratnya dibaca dan mengabulkan permintaan agar ibu saya bisa segera pulang," tandasnya.
 
Ketua DPC Astakira Pembaharuan Kabupaten Cianjur, Ali Hildan, lembaga yang dikuasakan pihak keluarga, mengaku intensif berkomunikasi dengan petugas KBRI mempertanyakan kepulangan Alis Juariah. Namun belum mendapat kejelasan.
 
"Jawabannya selalu masih dalam proses," ujar dia.
 
Ali menegaskan terus memperjuangkan nasib Alis Juariah hingga bisa kembali berkumpul bersama keluarga di Cianjur. Ia meminta pemerintah bisa lebih serius menangani kasus tersebut karena Alis merupakan warga negara Indonesia yang layak dibantu pemerintah.
 
"Kasihan keluarganya karena tidak ada kejelasan," pungkasnya.
 

(LDS)

LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif