istimewa.
istimewa.

Pemda Indragiri Hilir Tertibkan Rumah Tinggal Jadi Tempat Ibadat

Nasional gereja
Media Indonesia, Medcom • 27 Agustus 2019 13:35
Jakarta: Sebuah video ibadat umat Kristen di Dusun Sari Agung, Petalongan, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau viral di media sosial. Dalam video, sejumlah orang berseragam Satpol PP dan Kepolisian tiba-tiba menghentikan khotbah Pendeta.
 
Jemaat meminta Satpol PP memberikan waktu hingga ibadat selesai. Bahkan, seorang perempuan menyembah kaki personel Satpol PP dan polisi hingga pingsan.
 
"Nanti Pak, kami sedang ibadat, nanti saja setelah ibadat," pinta Pendeta dalam video tersebut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Satpol PP meminta maaf. Mereka tak bisa mengabaikan tugas sesuai perintah mengawal penghentian penggunaan rumah tinggal sebagai tempat peribadatan di Desa Petalongan.
 
"Saya tetap menjalankan tugas saya," kata pria berpakaian hitam itu.
 
Argumentasi Satpol PP diperkuat penjelasan Kabid Penyebarluasan Informasi Pemda Indragiri Hilir, Trio Beni. Ia menegaskan Satpol PP menjalankan tugas berdasarkan keputusan rapat pembinaan kerukunan umat beragama, Selasa, 6 Agustus 2019. Keputusan termaktub dalam Surat Nomor 800/BKBP/-KIB/VIII/2019/761.50 pada 7 Agustus 2019.
 
"Maka kesepakatannya tidak melakukan ibadat itu kecuali setelah memegang izin mendirikan bangunan gereja," tegas Trio kepada Medcom.id, Selasa, 27 Agustus 2019.
 
Trio memastikan tak ada kekerasan dalam bertugas. Namun, sejumlah jemaat histeris.
 
"Kasatpol PP sudah menyampaikan dengan baik, karena kesepakatan bukan hanya pihak pemda saja," kata Trio.
 
Menurut Trio, kesepakatan tidak beribadat di tempat tersebut disepakati Forum Kerukunan Umat Beragama dan ditandatangani Wakil Bupati Indragiri Hilir Syamsuddin Uti. "Hanya saja mereka tetap melakukan aktivitasnya itu, meski yang digunakannya itu di luar bagunan," kata Trio.
 
Surat itu juga memuat Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 dan Nomor 9 Tahun 2006 BAB IV tentang pedoman pelaksanaan tugas kepala daerah dalam pemeliharaaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan pendirian rumah ibadat.
 
"Bahasa tepatnya bukan menghentikan, tapi Satpol PP menindaklanjuti kesepakatan forum keagamaan umat beragama kemarin juga diadakan pertemuan dan diputuskan agar tidak terjadi gesekan, maka disarankan tidak melakukan ibadat di sana," kata Trio.
 
Dikecam
 
Di sisi lain, kejadian itu mendapat rekasi keras dari Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Sekretaris Umum PGI, Gomar Gultom mengatakan tindakan tersebut dianggap melukai suasana batin umat Kristiani seluruh Indonesia.
 
Ia menjelaskan penghentian ibadat melampaui kepatutan. Terlepas dari ketiadaan izin dan Surat Keputusan Bupati yang memerintahkan Tim Satpol PP menyegel rumah ibadat, tindakan tersebut sudah sangat melampaui kepatutan.
 
Menurut Gultom menjalankan ibadat merupakan hak konstitusional warga sebagai bagian kebebasan beribadat yang dijamin undang-undang. "Untuk itu, saya menuntut Mendagri untuk menegur Bupati Indragiri Hilir atas kasus ini, dan memerintahkannya untuk memfasilitasi kebutuhan akan tempat beribadat bagi jemaat tersebut," ujar Gultom.
 

 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif