Para pelajar pelaku penganiayaan menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Pasuruan/metrotv
Para pelajar pelaku penganiayaan menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Pasuruan/metrotv

13 Saksi Diperiksa Kasus Penganiayaan Pelajar SMP di Pasuruan

Nasional Penganiayaan Kekerasan di Sekolah Jawa Timur
Clicks.id • 25 Maret 2022 08:25
Pasuruan: Satreskrim Polres Pasuruan memeriksa 13 orang saksi terkait kasus dugaan penganiayaan 2 pelajar di SMP Advent, pada Kamis 24 Maret 2022. Lima saksi di antaranya para pelajar terduga pelaku penganiayaan.
 
Pemeriksaan terhadap 13 orang saksi tersebut dilakukan setelah petugas menerima laporan adanya dugaan penganiayaan terhadap dua pelajar kelas 9 SMP Advent, yakni DLH  dan FG yang terjadi  di asrama sekolah.
 
Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto Hutomo mengatakan pemeriksaan saksi dilakukan secara maraton mulai siang hingga petang. Namun hingga saat ini polisi belum menetapkan status hukum tersangka bagi para terduga pelaku penganiayaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masih menunggu hasil visum dan penyelidikan selanjutnya, " ujarnya.
 
Baca: Wali Siswa Korban Penganiayaan Senior di Pasuruan Melapor ke Polisi
 
Sementara Kepala Asrama Sekolah Agus Biyanto yang juga diperiksa sebagai saksi mengatakan pihak sekolah tidak mengetahui adanya kasus dugaan penganiayaan tersebut. Namun sebelumnya, dua pelajar yakni DLH dan FG sempat melanggar aturan dari asrama sekolah.
 
"Namun sudah diberikan sanksi oleh pihak sekolah, " ucapnya.
 
Dengan adanya kasus dugaan penganiayaan di asrama sekolah tersebut, Direktur Sekolah SMP-SMP Advent, David Mart mengatakan pihak sekolah sudah memberikan sanksi tegas berupa skorsing selama seminggu kepada lima pelajar yang diduga telah melakukan penganiayaan.
 
Sebelumnya diberitakan, dua pelajar DLH dan FG diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya. Orang tua dan pengacara keluarga, pada Kamis pagi, melaporkan kasus penganiayaan yang dialami  ke SPKT Polres Pasuruan.
 
Laporan tersebut dibuat karena orangtua DLH dan FG  merasa tidak terima dan sakit hati karena anaknya dianiaya oleh seniornya hingga mengalami luka cukup parah di punggungnya. Terdapat luka memar bekas pukulan dan sulutan rokok.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif