Ilustrasi--Sampah yang dibuang warga di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/Akhyar
Ilustrasi--Sampah yang dibuang warga di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/Akhyar

Sampah Nonorganik di Tangsel Didominasi Kertas dan Plastik

Farhan Dwitama • 06 Juni 2022 18:09
Tangerang: Volume sampah non-organik di Kota Tangerang Selatan, Banten, mencapai sekitar 450 ton per hari. Jumlah itu menyumbang 50 persen dari total produksi sampah rumah tangga setiap hari.
 
Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Rastra Yudhatama, mengungkapkan jumlah tersebut berasal dari kertas mencapai 13,45 persen. Disusul volume sampah plastik yang mencapai 9,82 persen. 
 
"Jadi kalau dilihat dari jumlahnya berdasarkan kajian dari tim konsultan. Jumlah sampah non-organik yang dihasilkan 50,24 persennya adalah sampah non organik," kata Kabid Persampahan Tangsel, Rastra Yudhatama, dikonfirmasi, Senin 6 Juni 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Sungai Cisadane Disebut Tercemar Berat Sampah Plastik
 
Sementara, untuk volume sampah organik yang dihasilkan di Tangerang Selatan, mencapai 49,71 persen.
 
Rastra mengaku, pihaknya saat ini tengah menyiapkan rancangan peraturan wali kota (Raperwal) terkait pengendalian sampah di Tangsel, dengan Perwal itu, diharapkan volume sampah di Tangsel, bisa jauh menurun. 
 
"Utamanya untuk sampah non organik. Ini (Raperwal) belum final, saat ini masih kajian DED oleh konsultan. Mudah-mudahan bisa dijalankan di tahun ini," kata dia.
 
 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif