Salah seorang pekerja di tempat Hamdani, sedang mencuci kedelai impor yang dijadikan bahan baku utama untuk membuat tempe, Rabu. (ANTARA/Edo Purmana/22)
Salah seorang pekerja di tempat Hamdani, sedang mencuci kedelai impor yang dijadikan bahan baku utama untuk membuat tempe, Rabu. (ANTARA/Edo Purmana/22)

Harga Kedelai Masih Tinggi, Perajin Tempe Menjerit

Antara • 29 Juni 2022 12:18
Baturaja: Pengusaha tempe di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatra Selatan, mengeluhkan lonjakan harga kedelai impor yang saat ini di kisaran Rp13.000 per kilogram atau naik dua kali lipat dari sebelumnya.
 
"Tentu sangat memberatkan kami sebagai produsen karena kedelai impor merupakan bahan baku utama untuk membuat tempe dengan kualitas baik," kata Hamdani, salah seorang pengusaha tempe di Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU), Rabu, 29 Juni 2022.
 
Menurut dia, kenaikan harga kedelai itu terjadi sejak awal tahun lalu dan pihaknya sendiri terpaksa menyiasatinya agar tidak merugi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebab, kata dia, dengan kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini, menaikan harga tempe di pasaran dikhawatirkan akan semakin menurunkan daya beli masyarakat.
 
Baca juga: Bulog Cirebon Salurkan 730 Ton Kedelai Subsidi
 
Sebagian besar perajin tempe di daerah itu kemudian menyiasatinya dengan mengurangi ukuran dan ketebalan tempe tanpa menaikkan harga jual di pasaran yaitu masih di kisaran Rp5.000 hingga Rp10.000 per batang.
 
Hamdani berharap pemerintah segera mencarikan solusi guna menurunkan harga kedelai impor sehingga omzet penjualan kembali normal.
 
"Sekarang ini daya beli masyarakat merosot tajam. Sebelumnya saya bisa menjual tempe sebanyak 350 kilogram per hari. Sekarang paling laku 75 Kg," ungkapnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif