Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Pemkab Sleman Ubah Ketentuan Zonasi Penyebaran Covid-19

Nasional Virus Korona Pencegahan Covid-19 zona covid-19 Satu Tahun Covid-19
Ahmad Mustaqim • 06 April 2021 14:48
Yogyakarta: Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperpanjang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro mulai 6-19 April 2021, lewat Instruksi Buati bernomor 8 Tahun 2021. Dalam surat itu, pemerintah setempat mengubah ketentuan zona epidemiologi penyebaran covid-19. 
 
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, menjelaskan, wilayah RT dikategorikan zona merah apabila terdapat 6-10 rumah warga dengan kasus positif covid-19. Adapun wilayah RT masuk kategori zona oranye yakni terdapat 3-5 rumah dengan kasus positif covid-19. 
 
"Untuk zona kuning, apabila ada satu hingga dua rumah di RT itu terdapat kasus positif covid-19," kata Kustini, di Sleman, Selasa, 6 April 2021. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hal ini berbeda dengan ketentuan pada instruksi sebelumnya yang menyebutkan ketentuan RT masuk zona merah jika miliki lebih dari 10 kasus, zona oranye enam hingga 10 kasus, dan zona kuning satu hingga lima kasus. Sementara, untuk zona hijau tetap berkentuan zero kasus covid-19 dalam sepekan terakhir. 
 
Baca juga: Baru Diresmikan, Kapal ASDP Kupang Tenggelam di Balok
 
Kustini mengatakan, PPKM berbasis mikro tetap meminta masyarakat mengurangi mobilitas jika tidak mendesak. Termasuk pembukaan jam operasional tempat usaha. 
 
Kepala Dinas Kesehatan Joko Hastaryo, menambahkan, tempat ibadah di wilayah zona merah tak diizinkan buka. Bahkan, bila ada ada kasus positif covid-19 di dua rumah dalam satu RT disarankan agar tempat ibadah ditutup sementara. 
 
"Berarti kalau di satu RT ada dua rumah ditemukan kasus positif, tempat ibadah di lingkungan tersebut tidak boleh dibuka," ujar Joko. 
 
Ia mengatakan, peta zona epidemologi persebaran covid-19 masih akan diperbarui. Joko menyebut peta zonasi terbaru akan selesai dibuat pekan depan. 
 
"Kami akan sampaikan itu sebelum puasa, sekitar tanggal 12 April (2021)," jelasnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif