Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)
Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Turi, Sleman. (Foto: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko)

Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Masih Tinggi

Nasional gunung merapi bencana alam erupsi gunung
Media Indonesia.com • 06 Maret 2021 10:05
Yogyakarta: Asap tebal dari Gunung Merapi terlihat berwarna putih membubung hingga 400 meter dari puncak kawah. Selain itu, pada pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, Sabtu, 6 Maret 2021, teramati pula 13 kali guguran lava pijar.
 
"Jarak luncurnya mencapai 1.000 meter dari puncak ke arah barat daya," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi Heru Suparwaka, Sabtu, 6 Maret 2021.
 
Menurut dia, selama enam jam tersebut tercatat kegempaan guguran sebanyak 50 kali dengan amplitudo antara 3 milimeter hingga 35 milimeter dan durasi antara 8 detik hingga 100 detik dan gempa embusan sebanyak lima kali dengan amplitudo 2 milimeter hingga 9 milimeter dan durasi 8 detik hingga 24 detik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Heru Suparwaka mengungkapkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km.
 
"Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif, dapat menjangkau radius 3 km dari puncak," ungkapnya.
 
Baca juga: Populer Daerah, KLB Demokrat Tetapkan Moeldoko Hingga Intan Jaya Kondusif
 
Sementara dari pengamatan yang dilakukan pukul 18.00-24.00 WIB, Jumat, 5 Maret 2021, Heru menyebut ada 18 kali guguran lava dengan jarak luncur maksimum 700 meter.
 
"Sama, mengarah ke barat daya," imbuhnya.
 
Pada periode pengamatan tersebut, kegempaan yang tercatat 55 kali kegempaan guguran dengan amplitudo 3-30 milimeter dan durasi 8 detik hingga 108 detik, serta satu kali kegempaan embusan dengan amplitudo 3 milimeter dan durasi 9 detik.
 
Sementara Stasiun Klimatologi Sleman meminta masyarakat mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang dan petir atau kilat di Sleman Utara, Kulonprogo Utara, dan Gunungkidul Utara.
 
"Angin dari arah barat daya dengan kecepatan maksimum 30 km/jam dan tinggi gelombang di Perairan Selatan Yogyakarta berkisar antara 1,5-2,5 meter. Masuk kategori sedang," kata Kepala Stasiun Klimatologi Sleman Reni Kraningtyas. (Agus Utantoro)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif