Wali Kota Malang, Sutiaji meresmikan mesin E-Parking di pintu masuk kawasan Stadion Gajayana Kota Malang, Jawa Timur, Senin 4 Januari 2021/Humas Pemkot Malang.
Wali Kota Malang, Sutiaji meresmikan mesin E-Parking di pintu masuk kawasan Stadion Gajayana Kota Malang, Jawa Timur, Senin 4 Januari 2021/Humas Pemkot Malang.

Juru Parkir di Malang Digaji Setara UMK

Nasional parkir liar tarif parkir
Daviq Umar Al Faruq • 04 Januari 2021 17:03
Malang: Wali Kota Malang, Sutiaji, meresmikan mesin E-Parking di pintu masuk kawasan Stadion Gajayana Kota Malang, Jawa Timur, Senin 4 Januari 2021. Mesin E-Parking ini merupakan sebuah inovasi untuk menekan bocornya pendapatan asli daerah (PAD) dari potensi parkir. 
 
Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kini telah memiliki mesin E-Parking, Sutiaji meminta kepada para juru parkir (jukir) untuk tidak khawatir kehilangan pekerjaannya. Sebab, nanti para jukir akan direkrut sesuai regulasi yang ada dan diberi gaji dengan standart upah minimum kota (UMK) Kota Malang. 
 
"Tukang parkir tetap direkrut, sesuai dengan regulasi. Jika memang usianya tidak memenuhi, nanti bisa minta digantikan anggota keluarga lainnya. Hal ini justru meningkatkan dan mensejahterakan petugas parkir," katanya saat peresmian.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sutiaji menjelaskan, mesin E-Parking yang merupakan sebuah inovasi dengan menerapkan transparansi di lingkungan Pemkot Malang ini untuk memperbaiki sistem parkir di Kota Malang. 
 
Tahun 2021 ini, Pemkot Malang menargetkan penambahan E-Parking di empat lokasi. Di antaranya kawasan Block Office, Gedung Kartini, Terminal Arjosari, dan gedung parkir bekas mess Persema. 
 
"Ini untuk memperbaiki sistem parkir di Kota Malang yang selama ini telah berjalan, nantinya data perolehan pendapatan juga dapat kita ketahui secara realtime karena terkoneksi langsung dengan dashboard di android kami," terangnya.
 
Sutiaji juga meyakini E-Parking meningkatkan PAD Kota Malang dengan cara menekan bocornya pendapatan daerah dari potensi parkir. 
 
"Ini untuk memperbaiki sistem parkir di Kota Malang yang selama ini telah berjalan, nantinya data perolehan pendapatan juga dapat kita ketahui secara realtime karena terkoneksi langsung dengan dashboard di android kami," katanya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Handi Priyanto, mengatakan, bahwa usia jukir yang akan direkrut dan layak bertugas yakni maksimal berusia 50 tahun. Para jukir juga nantinya akan diberikan pelatihan dan pembekalan khusus untuk pengelolaan penerapan E-Parking secara bertahap. 
 
"Hari ini mereka yang kita rekrut nanti basisnya kita beri pelatihan pengenalan tentang tugas-tugas mereka nanti. Tentang perhubungan, tentang pemerintahan, sebelum mereka kita lepas kurang lebih satu mingguan nanti," katanya.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif