Gubernur Terpilih Sulsel ‘Pensiun’ Sebagai Bupati Bantaeng

Andi Aan Pranata 16 Agustus 2018 15:43 WIB
pilkada serentakpilkada 2018
Gubernur Terpilih Sulsel ‘Pensiun’ Sebagai Bupati Bantaeng
Gubernur Sulsel terpilih Nurdin Abdullah (kanan)
Makassar: Gubernur Sulawesi Selatan terpilih Nurdin Abdullah mengakhiri masa tugasnya sebagai Bupati Bantaeng dua periode, Kamis,16 Agustus 2018. Berakhirnya jabatan Nurdin ditandai serah-terima jabatan bupati Bantaeng di Kantor Gubernur Sulsel jalan Urip Sumoharjo, Makassar.

Penjabat Gubernur Sulsel Sumarsono melantik dan mengambil sumpah Ashari Fakhsirie Radjamilo sebagai Penjabat Bupati Bantaeng menggantikan Nurdin. Ashari yang juga menjabat Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel, akan bertugas di Bantaeng hingga bupati yang baru dilantik pada 20 September mendatang.

Selain Bantaeng, Sumarsono juga melantik Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Jufri Rahman sebagai Penjabat Bupati Sinjai. Dia menggantikan Sabirin Yahya, yang berakhir jabatannya.


“Pelantikan dua pejabat karena proses pemerintahan tidak boleh kosong. Terdapat masa satu bulan lebih sebelum pelantikan bupati baru, makanya diangkat penjabat sementara,” kata Sumarsono usai prosesi pelantikan.

Penjabat bupati, kata Sumarsono, bertugas menjalankan seluruh fungsi pemerintahan di daerah masing-masing. Mereka juga dituntut menjembatani transisi kepemimpinan kepada bupati terpilih kelak. 

"Saya harapkan secara efektif, berkonsultasi dengan bupati dan wakil bupati terpilih dan pendahulunya, sehingga memastikan proses pembangunan berkesinambungan. Ruang dialogis harus dibuka lebar,” kata Sumarsono.

Nurdin Abdullah menjabat Bupati Bantaeng sejak tahun 2008. Setelah dua periode, dia mencalonkan diri pada Pemilihan Gubernur Sulsel 2018. Dia kemudian terpilih berpasangan dengan Andi Sudirman Sulaiman.

Nurdin menyatakan berterima kasih kepada semua pihak yang membantunya selama sepuluh tahun menjabat bupati. Kini dia bersiap menghadapi tantangan baru memimpin Sulsel. Dia bertekad menghadirkan provinsi dengan iklim yang stabil, sehingga bisa memancing investasi masuk. 

“Sekarang saya menghadapi tanggung jawab yang tidak mudah, tidak ringan,” ujar Nurdin.

Nurdin Abdullah sempat diajak Soni -sapaan Sumarsono- berkeliling Kantor Gubernur Sulsel. Dia menyatakan akan memaksimalkan sarana dan fasilitas yang ada. Dia tidak berencana melakukan renovasi pada ruang kerjanya kelak, karena akan lebih banyak bekerja di luar ruangan.

“Saya orang lapangan, masuk ke kantor kalau ada tamu resmi. Yang lain diselesaikan di luar. Tidak mesti diubah karakter itu,” dia melanjutkan.

Nurdin rencananya dilantik oleh Presiden sebagai Gubernur Sulsel pada 17 September mendatang. Pelantikan digelar di Istana Negara, bersamaan dengan 16 gubernur lain yang terpilih pada Pilkada Serentak tahun 2018.





(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id