ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi.
ilustrasi Medcom.id/ Rakhmat Riyandi.

Polisi Tahan Dua Kadis di Gowa karena Palsukan Surat Tanah

Nasional pemalsuan
Muhammad Syawaluddin • 04 Mei 2019 14:21
Makassar: Dua kepala dinas di Kabupaten Gowa menjadi tahanan Kepolisian Resor (Polres) Gowa lantaran diduga melakukan tindakan pemalsuan surat tanah di proyek Kota Idaman. Keduanya yakni Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Andi Sura dan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Fajaruddin.
 
Keduanya merupakan mantan camat Pattalassang yang merupakan tempat wilayah Kota Impian.
 
"Ditahan dalam perkara Pasal 263 (KUHap). Klien saya ditahan sejak pukul 00.00 Wita. Setelah menjalani pemeriksaan sejak pagi (Kamis 2 Mei 2019)," kata Penasihat Hukum kedua Kepala Dinas tersebut, Yusuf Gunco saat dikonfirmasi, Sabtu, 4 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Yusuf menjelaskan, kliennya dituduh memalsukan surat surat sebidang tanah dalam proyek tahun 2015 tersebut. Padahal, belum ada sertifikat yang terbit di atas lahan 320 hektar tersebut.
 
"Di atas objek itu belum ada sertifikat yang terbit diatasnya. itu berdasarkan surat dr pemda bersama BPN. BPN belum pernah menerbitkan sertifikat di atas tanah itu," jelas Yusuf.
 
Dalam kasus tersebut penyidik Polres Gowa sebelumnya telah menyita sejumlah barang bukti. Dua di ataranya Surat Pernyataan Pelepasan Hak Atas Tanah tahun 2009 dan Surat Pernyataan Pelepasan Hak Atas Tanah tahun 2015.
 
Oleh karena itu, Yusuf berharap pihak kepolisian harusnya bisa meluruskan perkara tersebut sesuai dengan pasal yang dikenakan. Menurutnya, saat ini pihak kepolisian belum memiliki cukup bukti atau bukti kuat untuk melanjutkan kasus terhadap dua kliennya itu.
 
Untuk saat ini, pihaknya akan mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya. Karena, keduanya merupakan kepala dinas dan masih harus menjalankan tugasnya sebagai andi negara dan dia menjamin kliennya itu tidak akan melarikan diri.
 
"Klien saya ini kepala dinas, jadi tidak mungkin melarikan diri, apalagi sudah ada surat penjaminan dari wakil bupati bersama keluarga," pungkas Yusuf.
 
Sebelumnya, penyidik Polres Gowa juga telah menetapkan dua tersangka yakni Kepala Desa Panaikang Kecamatan Pattalassang, IG, 43, dan staf Desa Panaikang, SDL, 46, sebagai tersangka dalam kasus Kota Idaman di Kecamatan Pattalassang.
 
Saat ini keduanya juga berada di sel untuk menjalani serangkaian pemeriksaan sejak penetapan tersangka pada Jumat 26 April 2019 lalu. Keduanya diketahui membuat surat Ipeda Palsu atau rincik tanah palsu.
 
Pemalsuan tersebut dilengkapi dengan dokumen yang memuat keterangan palsu dalam Surat Keterangan garapan, dan surat pernyataan pelepasan hak atas tanah. Jadi, mereka memalsukan seolah-olah tanah itu tidak ada pemiliknya.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif