Petugas BPBD Sragen memeriksa reruntuhan bangunan aula sekolah yang roboh di SMK Negeri I Miri, Sragen, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha)
Petugas BPBD Sragen memeriksa reruntuhan bangunan aula sekolah yang roboh di SMK Negeri I Miri, Sragen, Jawa Tengah. (Foto: ANTARA/Mohammad Ayudha)

Rehabilitasi Aula SMKN 1 Miri Terbentur Aturan

Nasional sekolah ambruk
Mustholih • 25 November 2019 16:10
Semarang: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kesulitan merehabilitasi aula SMKN 1 Miri, Sragen, yang ambruk diterjang angin kencang beberapa waktu lalu. Sebabnya, status tanah bangunan aula bukan milik Pemprov Jateng.
 
"Tanahnya masih milik bengkok (desa). Sehingga (rehabilitasi) tidak dimungkinkan (pakai) dana APBD atau APBN," ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah, Jumeri, Senin, 25 November 2019.
 
Status tanah, kata Jumeri, menjadi halangan pemberian bantuan pemerintah. Satu-satunya jalan menurut dia adalah melibatkan perusahaan untuk mengeluarkan dana corporate social responsibility (CSR) atau sumbangan wali murid lewat Komite Sekolah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"(Struktur bangunan pun) enggak boleh (sama) karena berisiko. Dibangun dengan model itu lagi mudah roboh, harus dibangun dengan model baru," tegas Jumeri.
 
Jumeri menyatakan aula SMK Negeri 1 Miri kemungkinan tidak akan dibangun dulu dalam waktu dekat. Pihaknya akan membicarakannya dahulu dengan sekolah untuk mencari jalan keluar.
 
"Karena gedung itu tidak terkait langsung dengan kegiatan belajar mengajar. Itu hanya bisa untuk pertemuan rapat atau kegiatan tari. Kita akan kaji karena itu butuh biaya tidak sedikit," ungkapnya.
 
Menurut Jumeri, Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebelumnya menyatakan kesiapan untuk merehabilitasi bangunan tersebut. Namun hanya sekadar merehabilitasi, bukan membangun kembali dari pondasi.
 
"Kemarin ada BRI mau bangun gedung itu seperti bangunan kemarin. Kita keberatan karena konstrikusinya menakutkan kalau kena puting beliung," kata dia.
 
Selain itu, Pemprov Jateng menilai lokasi aula sekolah kurang pas. Ia ingin agar aula sekolah dibangun di tempat lain.
 
"Kita sedang diskusikan jalan keluar. Karena posisinya tidak tepat kalau bisa tidak di tempat itu," beber Jumeri.
 
Hujan deras disertai angin kencang sebelumnya telah merontokkan bangunan aula SMK Negeri 1 Miri, Sragen, pada pukul 15.56 WIB, Rabu, 20 November 2019. Puluhan murid mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif