Kondisi jalan Lumban Meranti Jaya, Kota Palembang penuh lumpur dan belum pernah disentuh perbaikan oleh pemerintah. Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo
Kondisi jalan Lumban Meranti Jaya, Kota Palembang penuh lumpur dan belum pernah disentuh perbaikan oleh pemerintah. Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo

Pemprov Sumsel Anggarkan Rp1,3 Triliun untuk Perbaikan Jalan

Gonti Hadi Wibowo • 19 Januari 2020 15:19
Palembang: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Selatan menganggarkan Rp1,347 triliun untuk perbaikan jalan rusak di Bumi Sriwijaya pada tahun 2020. Jumlah ini mengalami peningkatan daripada tahun lalu yang hanya Rp1,266 Triliun.
 
"Anggaran perbaikan jalan tahun ini naik Rp81 miliar menjadi Rp1,347 triliun dengan akan memperbaiki sebanyak 59 ruas jalan provinsi dan 28 ruas non status/kewenangan," kata Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PUBMTR) Megawati, saat dikonfirmasi, Minggu, 19 Januari 2020.
 
Megawati mengatakan peningkatan perbaikan anggaran untuk infrastruktur jalan rusak merupakan intruksi dari Gubernur Sumsel yang ingin jalan provinsi mulus sehingga bisa meningkatkan perekomian masyarakat khususnya yanh berada di daerah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perbaikan jalan rusak di Sumsel untuk 2020 ini akan dilakukan di 14 Kabupaten/Kota yakni Kabupaten OKU Timur, OKI, Ogan Ilir, OKU, OKU Selatan, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Muara Enim, PALI, Empat Lawang, Lahat, Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Kota Palembang.
 
"Penangan jalan akan di fokuskan untuk ruas jalan penanganan tahun lalu yang belum tuntas dan akan diselesaikan pada tahun ini juga sehingga jalan provinsi bisa terus membaik," jelas Megawati.
 
Pada tahun lalu pihaknya telah melakukan peningkatan jalan sebanyak 185 kilometer, pemeliharaan berkala jalan 52,20 kilometer, dan pergantian jembatan 949,90 meter.
 
Selain perbaikan jalan, lanjut Megawati, pihaknya juga akan melakukan beberapa paket pengerjaan seperti peningkatan jalan sebanyak 40 kegiatan, pemeliharaan berkala jalan 21 kegiatan, pergantian jembatan 12 kegiatan, pelebaran jalan, dan membuat jalan baru.
 
"Kendala kita dalam melakukan pengerjaan itu di faktor cuaca ekstrem yang bisa menyebabkan banjir atau tanah longsor sehingga bisa menunda pekerjaan," pungkas Megawati.
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif