NEWSTICKER
Ilustrasi. Foto: Antara/Syaiful Arif
Ilustrasi. Foto: Antara/Syaiful Arif

Kasus ODGJ di Tangerang Capai 4.000 Orang

Nasional gangguan mental
Hendrik Simorangkir • 23 Agustus 2019 15:55
Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang mencatat adanya peningkatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) setiap tahun. Terdata ada 4.000 ODGJ sejak tahun 2017 hingga sekarang. Dari total tersebut Dinkes mendapati sebanyak 65 ODGJ dilakukan pemasungan.
 
Kepala seksi (Kasi) Penyakit Tidak Menular (PTM) dan Kesehatan Jiwa Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kabupaten Tangerang, Mochamad Bachtiar mengatakan, bila kasus ODGJ baru benar-benar mendapatkan perhatian Pemkab Tangerang sejak tahun 2017 atau sejak seksi kesehatan jiwa di Dinkes setempat terbentuk.
 
"Kasus pasung ODGJ memang awalnya di tahun 2017 itu hanya lima kasus pasung, tetapi ketika kita sosialisasikan di 2018 kasus itu membengkak jadi 40 kasus lebih. Kemudian di tahun ini ada 20 kasus baru yang kami temukan kembali hingga seluruhnya ada 65 kasus pasung terhadap ODGJ terjadi," ujar Bachtiar, Jumat, 23 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang saat ini tengah fokus penanganan terhadap ODGJ dengan mengevakuasi dan mengirim puluhan ODGJ secara berkala ke RS Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor.
 
Sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ada di Permendagri nomor 100, PP nomor 2 tahun 2018 dan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 4 tahun 2019, yang menyebutkan bila ODGJ wajib mendapatkan pelayanan kesehatan dan tidak boleh ditelantarkan.
 
Bachtiar menjelaskan, pihaknya hingga saat ini sudah menangani 83 persen kasus ODGJ dari jumlah yang ada.
 
"Kasusnya meningkat, sekarang sudah harus masuk ke SPM menurut Permendagri nomor 100, PP nomor 2 tahun 2018 dan Peraturan Menteri Kesehatan nomor 4 tahun 2019. Diantaranya ODGJ itu harus diberikan pelayanan kesehatan dan tidak boleh ditelantarkan," katanya.
 
Menurut Bachtiar, 4.000 ODGJ tersebut merupakan ODGJ yang memiliki latar belakang keluarga, sementara untuk ODGJ yang terlantar atau yang tidak memiliki keluarga belum dapat ditangani pihaknya.
 
"Pengobatan untuk ODGJ murni dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tangerang, melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Selain itu juga keluarga dapat memanfaatkan pelayanan dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS)," jelasnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif