Tangkapan layar Metro TV
Tangkapan layar Metro TV

Metro Pagi Primetime

Maut di Tanjakan Sigar Bencah Semarang, 4 Orang Tewas

Nasional kecelakaan lalu lintas kecelakaan truk Metro Pagi Primetime
MetroTV • 10 September 2021 11:13
Semarang: Kecelakaan beruntun terjadi di tanjakan Sigar Bencah, Kota Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa nahas ini berlangsung akibat sopir truk tangki tidak bisa mengendalikan truk.
 
"Ada tiga mobil dari arah yang sama dan empat sepeda motor berlawanan ditabrak truk tersebut,” ujar Presenter Metro TV, Eva Wondo, dalam program Metro Pagi Primetime, Jumat, 10 September 2021.
 
Pengemudi truk tangki air berpelat no H 1983 AY itu tidak bisa mengendalikan kendaraan. Diduga akibat rem blong. Truk kemudian menabrak tiga mobil dan beberapa sepeda motor sebelum akhirnya terguling. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain mengakibatkan delapan kendaraan rusak berat dan ringan, diketahui empat orang tewas di lokasi kejadian. Sejumlah orang yang mengalami luka ringan dibawa ke Puskesmas Rowosari.
 
"Dugaan sementara penyebab kecelakaan karena truk tangki mengalami rem blong saat menurun dari arah selatan," kata Kepala Satuan Lalulintas Polrestabes Semarang Ajun Komisaris Besar Sigit dikutip dari Media Indonesia
 
Kecelakaan terjadi saat truk melintas di jalan menurun. Tetapi tiba-tiba pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya karena alami rem blong yang kemudian menabrak kendaraan lain di depannya. 
 
Awalnya kendaraan menyenggol sebuah sedan. Kemudian, secara beruntun menabrak kendaraan lain di depannya dan truk tangki baru dapat berhenti setelah menabrak kendaraan lain di depannya. 
 
"Korban tewas adalah pengendara sepeda motor. Tiga di antaranya merupakan satu keluarga, yaitu suami istri dan seorang anak," tambahnya. 
 
Selain mengevaluasi para korban ke puskesmas, petugas memeriksa sopir truk. Usai kejadian, polisi langsung mengatur lalu lintas untuk memperlancar kendaraan baik dari arah atas maupun bawah. 
 
Jalur Sigar Bencah terkenal curam karena mengitari jalur perbukitan. Jalur ini banyak dipakai pengendara karena menjadi jalur alternatif. Namun, curamnya tanjakan dan turunan membuat banyak pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraannya. (Putri Purnama Sari)
 
(UWA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif