Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw memberikan keterangan pers terkait somasi kepada tim kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe dalam konferensi pers di Manokwari, Senin (26/9/2022). (ANTARA/HANS ARNOLD KAPISA)
Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw memberikan keterangan pers terkait somasi kepada tim kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe dalam konferensi pers di Manokwari, Senin (26/9/2022). (ANTARA/HANS ARNOLD KAPISA)

Pj Gubernur Papua Barat Somasi Pengacara Lukas Enembe

Antara • 27 September 2022 06:47
Manokwari: Penjabat Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw melayangkan somasi kepada tim Kuasa Hukum Gubernur Papua Lukas Enembe (LE) terkait tudingan keterlibatan dirinya dalam proses penetapan tersangka KPK terhadap LE.
 
"Somasi sudah dilayangkan kepada tim kuasa hukum LE agar segera memberikan klarifikasi dalam waktu 2 kali 24 jam. Jika tidak ada tanggapan, maka langkah hukum pencemaran nama baik akan kami tempuh," tegas Waterpauw di Manokwari, Senin malam, 26 September 2022.
 
Ia mengatakan somasi terhadap tim kuasa hukum LE merupakan mekanisme (hak jawab) atas tudingan sepihak yang dinilainya sebagai wacana kosong tak berdasar dan berpotensi pencemaran nama baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya mengingatkan tim kuasa hukum LE, agar tidak terlalu jauh membuat wacana yang tidak berdasar, tetapi hadapilah proses hukum yang sedang berjalan," ujarnya.
 
Baca juga: Tim Medis Lukas Enembe Enggak Bisa Jawab Kebutuhan Kesehatan Kliennya

Waterpauw menegaskan semua warga negara Indonesia sama dimata hukum dan wajib taat hukum.
 
"Jangankan gubernur, menteri juga ada yang terjerat hukum, dan itu sesuatu yang normatif bagi setiap warga negara".
 
"Kalau sudah terjerat dalam dugaan gratifikasi dan tindak pidana korupsi, ya dihadapi saja jangan dipolitisasi dengan satu dan lain hal," kata Waterpauw.
 
Sebagai sesama putra asli Papua, Waterpauw menyebut perilaku koruptif pejabat Papua sangat merusak citra generasi muda Papua ke depan.
 
"Kita sama-sama anak adat, 'jangan bikin diri inti'. Kalau sudah berhadapan hukum, silakan dihadapi karena perbuatan seperti itu tidak mendidik dan merusak citra anak-anak Papua," tegasnya.

 
(MEL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif