Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Curah Cottok, Kapongan, Situbondo, Jawa Timur, membangun kolam renang di atas bukit guna pemberdayaan ekonomi. (Foto: MI/Bagus Suryo)
Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Curah Cottok, Kapongan, Situbondo, Jawa Timur, membangun kolam renang di atas bukit guna pemberdayaan ekonomi. (Foto: MI/Bagus Suryo)

Ribuan BUMDes di Jatim Tak Beroperasi

Nasional bumdes
Amaluddin • 16 Desember 2019 13:55
Surabaya: Sebanyak 5.432 dari 7.724 desa di Jawa Timur memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Dari jumlah itu sekitar 2.444 BUMDes tidak beroperasi.
 
"Mayoritas (BUMDes di Jatim) masih dalam kondisi rintisan. Kemudian, 44 persen dalam posisi mulai tumbuh, sedangkan tujuh persen masuk kategori maju dan berkembang," kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Provinsi Jatim, Mochammad Yasin, Senin, 16 Desember 2019.
 
Menurut Yasin, ribuan BUMDes yang belum beroperasi disebabkan beberapa faktor, salah satunya karena baru dibentuk. Sehingga, kelembagaan dan struktur organisasi belum jalan, serta sumber daya manusia (SDM) yang tidak mendukung.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"BUMDes yang ada belum berkembang. Tapi yang paling penting adalah komitmen kepala desa untuk mengembangkan desanya," ujarnya.
 
Yasin mengaku terus melakukan berbagai upaya agar BUMDes di Jatim berkembang. Seperti menggelar pelatihan, bimbingan teknis (bimtek), menyelenggarakan temu karya, hingga evaluasi setiap tahun.
 
Selain itu, pihaknya juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, seperti agen Palang Merah Indonesia (PMI), agen PT POS, hingga Tokopedia guna pengembangan.
 
"Kami terus mendorong agar BUMDes di desa maju berkembang. Kita hanya bisa menyosialisasikan, mendorong, karena memang yang paling penting komitmen dari kepala desa," jelasnya.

 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif