Lokasi kompleks makam Ki Ageng Pengging. Foto: Dok Pemkot Surabaya
Lokasi kompleks makam Ki Ageng Pengging. Foto: Dok Pemkot Surabaya

Makam Ki Ageng Pengging Bakal Direnovasi

Nasional cagar budaya
Syaikhul Hadi • 28 Januari 2020 01:23
Surabaya: Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian serius pada situs peninggalan sejarah. Salah satunya dengan menjadikan Kompleks Makam Ki Ageng Pengging sebagai cagar budaya.
 
"Untuk langkah awal, kompleks pemakaman tersebut bakal ditetapkan dahulu sebagai cagar budaya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, Senin, 27 Januari 2020.
 
Kompleks di Jalan Ngagel Surabaya itu memiliki luas 200 meter persegi. Di dalamnya terdapat 28 makam tokoh termasuk makam Ki Ageng Pengging.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah berstatus cagar budaya, rencananya makam bakal direnovasi. Pihaknya mengaku sudah bertemu dengan ahli waris yang sepakat dengan penetapan cagar budaya tersebut.
 
"Kalau dihibahkan, pemkot butuh berkas-berkas sebagai pendukung untuk kita jadikan cagar budaya. Kita komunikasikan terus dengan pihak ahli waris dan para pakar sejarah," katanya.
 
Dari 28 makam yang ada di komplek tersebut, ada sekitar 16 makam yang sudah terdata. Diantaranya, Ki Ageng Pengging, Mbah Endang, Mbah Wali Peking, Mbah Aji Rogo, Mbah Wongso, Mbah Prabu, Mbah Purbo, Mbah Suryo Kuninga, Mbah Boyo, Mbah Ronggo, Mbah Moh. Kojin, Mbah Saleh, Mbah Ibrahim, Mbah Sapu Jagat, Mbah Sigit dan Mbah Kafal Buntung.
 
"Sisanya, 12 makam lainnya masih belum diketahui sejarahnya," tambahnya.
 
Terpisah, Camat Wonokromo, Tomi Ardianto menceritakan rencana cagar budaya untuk kompleks pemakaman itu. Menurut Tomi, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini beberapa kali sempat melewati Jalan Ngagel dan melihat adanya kompleks pemakaman.
 
Kemudian, Tomi diminta untuk mencari informasi tentang kompleks tersebut.
 
“Setelah kita survey bersama Ibu Lurah Ngagel dan bertemu dengan juru kunci makam, ternyata ada Makam Ki Ageng Pengging di situ,” cerita Tomi.
 
Menurutnya Ki Ageng Pengging memiliki silsilah dengan Prabu Brawijaya V dan para pengawal Kerajaan Majapahit. Saat dilakukan survei, kompleks makam rimbun dan tak terlihat dari luar.
 
"Kemudian kita lakukan kerja bakti bersama untuk membersihkan komplek makam tersebut. Ini sudah proses berjalan renovasi, jadi beberapa mulai diperbaiki, seperti atap dan akses jalan,” jelas Tomi.
 
Juru kunci makam, Mashuri mengatakan dalam sejarah makam, nama-nama yang tertulis di batu nisan adalah nama kiasan. Jika dalam istilah jawa pewayangan, disebut ‘Samar’.
 
"Pengging adalah wilayah, nama sebenarnya Kebo Kenongo (Ayah dari Joko Tingkir). Sedangkan nama-nama di luar punden, adalah orang-orang pelindung kerajaan atau disebut juga prajurit," kata Mashuri yang dipercaya menjadi juru kunci sejak tujuh tahun yang lalu oleh ahli waris.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif