Tari Sintren di Cirebon untuk memanggil hujan. Foto: Medcom.id/Kuntoro T
Tari Sintren di Cirebon untuk memanggil hujan. Foto: Medcom.id/Kuntoro T

40 Malam Menari Tanpa Henti Demi Memanggil Hujan

Nasional kesenian
Kuntoro Tayubi • 22 Oktober 2019 15:40
Brebes: Tari sintren merupakan ritual adat untuk memohon hujan ketika musim kemarau. Tarian dilakukan selama 40 malam tanpa henti dan dilakukan oleh seorang gadis.
 
"Indonesia memang kaya akan tradisi dan budaya. Bahkan untuk meminta hujan banyak sekali ritual unik yang dipercaya masyarakat di beberapa daerah di Indonesia terutama dari daerah pesisir utara pulau Jawa salah satunya adalah tari sintren," kata Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabuapaten Brebes, Jawa Tengah, Lukman Suyanto, Selasa, 22 Oktober 2019.
 
Lukman menerangkan sintren tersebar di beberapa tempat di Jawa Tengah yakni Brebes dan Pemalang, kemudian di Jawa Barat yakni di Cirebon, Majalengka, dan Indramayu. Di Jateng, tarian pemanggil hujan dikenal dengan nama sintren, sedangkan di wilayah Jabar disebut lais. Antara lais dan sintren memiliki beberapa kesamaan, namun ada sedikit perbedaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sintren diiringi dengan gambang dan gendang, sedangkan lais diiringi dengan gambang dan buyung (gentong kecil). Lagu dan syair yang mengiringi berbeda. Seiring dengan perkembangan, Sintren banyak berubah dari bentuk aslinya. Banyak kreasi yang di tambahkan agar tarian tampak menarik.
 
"Kabupaten Brebes merupakan wilayah pesisir utara, sehingga sintren marak di beberapa wilayah di kota ini. Beberapa seniman lokal pernah menganggkatnya dalam sebuah film pendek. Seni tradisi ini juga pernah dipentaskan di TMII Jakarta," imbuhnya.
 
Namun seiring berkembang teknologi, sintren dan lais mulai ditinggalkan. Namun kesenian ini kerap tampil dalam pawai budaya daerah.
 
"Masyarakat tidak banyak berminat mementaskan kesenian ini. Masyarakat lebih memilih orkes atau organ tunggal untuk menemani pesta hajat mereka. Banyak grup kesenian sintren yang akhirnya harus tutup panggung," pungkasnya.
 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif