Deretan angkutan kota yang diberinama Angkutan Kota Keliling Bandung (Angklung) dilluncurkan pemerintah kota Bandung sebagai Angkot Wisata, Jawa Barat, Senin (30/12/2013). ANT/Agus Bebeng
Deretan angkutan kota yang diberinama Angkutan Kota Keliling Bandung (Angklung) dilluncurkan pemerintah kota Bandung sebagai Angkot Wisata, Jawa Barat, Senin (30/12/2013). ANT/Agus Bebeng

Tarif Naik Rp1.000, Angkot Kota Bandung tetap Mogok

Budi Mulia Setiawan • 19 November 2014 15:35
medcom.id, Bandung: Suasana lengang pun tampak terlihat di jalanan Kota Bandung, hari ini (19/11/2014). Sejak pagi hingga siang tadi, arus lalu lintas jalanan Kota Bandung tak terlalu padat.
 
Media Indonesia memperkirakan banyak angkot yang tak beroperasi. Sejumlah sopir dan pengusaha mengaku mogok kerja dari pukul 08.00 sampai 14.00 WIB itu untuk menindaklanjuti imbauan Organisasi Angkutan Darat (Organda) yang menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
 
Padahal, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan Organda Bandung telah menyepakati kenaikan tarif angkot seluruh jurusan sebesar Rp1.000 per penumpang. Namun, pengusaha angkot memilih tidak mengeluarkan kendaraannya.

"Aksi ini dilakukan semata-mata sebagai bentuk kebersamaan para pengusaha angkutan kota," ujar Sulaiman, pengusaha angkot jurusan Buah Batu-Sederhana.
 
Puluhan angkot jurusan Majalaya-Cicalengka, Kabupaten Bandung, pun mogok beroperasi. Akibatnya, pelajar dan pegawai yang biasa menggunakan angkot pun terlantar. Nihilnya angkot membuat warga menempuh perjalanan dengan berjalan kaki atau naik ojek.
 
"Aksi mogok para sopir ini adalah sebuah bentuk keprihatinan terhadap kenaikan BBM, kami para supir angkot mendesak pemerintah untuk Segera melakukan penyesuaian tarif angkutan" ujar Mamat, sopir angkot yang tak bekerja.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

>