Sejumlah warga membersihkan lingkungannya yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (28/11/2021). (ANTARA/HO-Diskominfo Garut)
Sejumlah warga membersihkan lingkungannya yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Ahad (28/11/2021). (ANTARA/HO-Diskominfo Garut)

Wagub Jabar Menduga Banjir Garut Akibat Resapan Air Terganggu

Antara • 29 November 2021 09:49
Garut: Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan banjir bandang yang melanda Kecamatan Sukawening dan Karangtengah di Kabupaten Garut, diduga karena lahan resapan air terganggu dan perlu perhatian agar tidak lagi banjir.
 
"Sekarang curah hujan ekstrem, tetapi kalau memang jalur airnya tidak terganggu, resapan air di hulu tidak terganggu, kemungkinan tidak akan terjadi semacam ini (banjir)," kata Uu saat meninjau daerah dilanda banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Garut, Ahad, 28 November 2021.
 
Ia menuturkan daerah itu bukan kawasan rawan banjir, pengakuan warga yang sudah berusia 46 tahun, belum pernah terjadi banjir bandang sebesar itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, adanya banjir bandang di Garut itu bisa jadi karena adanya alih fungsi lahan hutan sehingga memicu bencana alam di daerah itu.
 
Baca juga: Jabar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Garut
 
"Karena memang awalnya tidak ada terjadi seperti ini, tetapi ada alih fungsi, tetapi sebenarnya alih fungsi ini ada yang legal juga," katanya.
 
Ia menambahkan beberapa daerah lain dilaporkan, salah satu penyebab banjir karena di hulu sungai dijadikan tempat wisata yang membangun sarana prasarana sehingga mengganggu resapan air.
 
"Ini pun akan kami evaluasi untuk disampaikan kepada pemerintah pusat, karena itu adalah keputusan Pemerintah Pusat," kata Uu.
 
Uu menyampaikan upaya menyelesaikan bencana banjir perlu dilakukan secara bersama-sama, tidak hanya pemerintah daerah saja melainkan instansi lain seperti kehutanan, perkebunan, sumber daya air, maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
 
Selanjutnya, kata Uu, akan dilakukan rapat untuk menentukan sikap dalam mengatasi bencana banjir bandang agar tidak terulang lagi di Garut, maupun daerah lain di Jawa Barat.
 
"Bagaimana di hulu apakah di situ harus ada pohon tegakan lagi karena sebelumnya di sini tidak pernah ada banjir seperti ini, baru kali ini," kata mantan Bupati Tasikmalaya itu.
 
Bencana banjir bandang sebelumnya telah menerjang pemukiman rumah warga di Sukawening dan Karangtengah akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah Garut.
 
Banjir itu tidak menyebabkan korban jiwa, hanya saja ratusan rumah warga terendam banjir, dan satu rumah rusak akibat tergerus arus banjir di Kecamatan Sukawening.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif