ilustrasi/medcom.id
ilustrasi/medcom.id

Pemkab Parimo Sediakan Rumah Aman untuk Korban Asusila Kapolsek Parigi

Nasional polri Kapolsek Parigi Iptu IDGN
Antara • 20 Oktober 2021 08:58
Parigi Moutong: Pemerintah kabupaten akan menyediakan rumah aman sekaligus pendampingan khusus untuk remaja perempuan berinisial S yang diduga jadi korban asusila Kapolsek berinisial IDGN di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
 
Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Parigi Moutong, Noor Wachida Prihartini S Tombolotutu, mengatakan pendampingan pemerintah kabupaten akan dilakukan sampai kasus yang ditangani polisi selesai.
 
“Kami dampingi korban dan menyiapkan rumah aman jika diperlukan,” jelasnya, di Parigi Moutong, Selasa, 19 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Rumah aman yang dimaksud yakni sebuah kediaman sementara untuk korban asusila dan tempatnya dirahasiakan. Selama berada di rumah aman, korban akan mendapat perlakuan khusus dan disediakan layanan kesehatan yang rutin untuk mengontrol kesehatan korban.
 
Baca juga: Perkosa Anak Tersangka, Kapolsek Parigi Dicopot dan Diproses Pidana
 
Tak hanya untuk korban, jika diperlukan Noor memastikan pihak keluarga korban juga akan mendapat layanan pendampingan di rumah aman itu.
 
“Kalau di rumah aman pasti akses orang lebih dibatasi dan agar korban bisa lebih tenang,” kata Noor.
 
Selain memberikan pendampingan kepada korban, pemerintah kabupaten melalui P2TP2A akan mengawal proses hukum yang ditangani Polda Sulteng. Pendampingan ini juga akan melibatkan psikolog untuk memastikan keamanan kondisi korban maupun keluarganya.
 
“Minggu depan sudah bisa kita hadirkan psikolog,” terang dia.

 
Baca juga: Kota Bekasi Target Herd Immunity 93% Akhir Oktober
 
Menurut Noor, saat ini psikologi korban cukup terganggu dengan adanya pemberitaan dan postingan di media sosial. Apalagi kasus ini juga berdampak besar pada keluarga korban.
 
“Saya mohon pengertiannya untuk pemberitaan yang dikhatirkan akan memperberat psikologi mereka,” kata Noor.

 
Melihat kondisi korban dan keluarganya yang mulai terganggu, Noor berharap Polda Sulteng bisa menuntaskan kasus ini sesuai dengan hukum yang berlaku.
 
“Saya senang Kapolda sudah mengunjungi keluarga korban dan meyakinkan akan profesional menangani kasus ini. 
Kami percaya Kapolda Sulteng taat hukum dan bisa selesaikan kasus ini dengan baik dan secara terbuka,” tambahnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif