Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo saat upacara HGN 2022. (Istimewa)
Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo saat upacara HGN 2022. (Istimewa)

HGN 2022, Ganjar Dorong Kesejahteraan Guru

Lukman Diah Sari • 25 November 2022 10:51
Semarang: Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mendorong prioritas kesejahteraan dan perbaikan kualitas pengajar, khususnya guru honorer di Jateng. Hal itu disampaikan Ganjar saat upacara Hari Guru Nasional (HGN) 2022 di Semarang, Jumat, 25 November 2022.
 
"Guru honorer ini kan masih banyak, kita kekurangan guru. Maka ada dua cara, satu sistemnya diperbaiki, peralatannya ditambah. Sehingga satu guru punya banyak keterampilan, bahkan multi platform bisa dikerjakan," kata Ganjar dalam keterangannya, Jumat, 25 November 2022.
 
Guru honorer di bawah naungan Pemprov Jawa Tengah disejahterakan dalam bentuk pemberian gaji setara dengan nilai upah minimum kabupaten/kota (UMK). Sebanyak 5.546 guru honorer di Jateng dibiayai dari APBD Provinsi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Alokasi APBD dengan rata-rata sesuai nilai UMK, ditambah bonus sesuai jenjang pendidikan. Setiap guru bisa mendapat sekitar Rp2,6 juta atau dengan total anggaran kurang lebih Rp144.196.000.

Baca: HGN 2022, Nadiem Berterima Kasih pada Guru yang Tidak Takut Berinovasi


Tak hanya itu, Ganjar juga telah menginstruksikan jajaran bupati dan wali kota untuk mengalokasikan 20 persen APBD untuk bidang pendidikan. Termasuk kesejahteraan guru honorer.
 
Ganjar mengungkap hal itu sengaja dilakukan sebagai bentuk apresiasi kepada tenaga pengajar. Sebab, kata Ganjar, mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa sehingga patut diapresiasi.
 
"Kalau UMK saja semua guru yang ada di Jawa Tengah, itu sudah akan memberikan apresiasi. Kan kita tidak bisa seperti ini tanpa guru-guru itu. Maka saya minta kabupaten kota untuk prioritaskan mereka," jelas Ganjar.

Baca: Peringati Hari Guru, Jokowi: Tantangan Kian Berat


Ganjar menerangkan HGN 2022 menjadi momen yang tepat untuk meninjau regulasi tenaga pengajar serta penerapannya. Agar para tenaga pengajar lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas.
 
Pada kesempatan itu, Ganjar juga merilis program 'Sidak SMK' untuk digitalisasi pembelajaran SMK, 'Si Pungkur Merak' untuk digitalisasi penilaian angka kredit guru dan 'Duren Pulen'. Program itu  bertujuan untuk perencanaan pendidikan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
 
"Menurut saya di hari guru ini kesempatan kita melakukan perubahan besar. Guru lebih diperhatikan, kesejahteraannya diperhatikan, ini kita launching sistem-sisten yang bisa membantu guru lebih termotivasi, berprestasi dan lebih mudah dalam pelayanan," ujar Ganjar.
 
(LDS)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif