Petugas pemantau lalu lintas udara di Airnav Makassar
Petugas pemantau lalu lintas udara di Airnav Makassar

Penataan Ruang Udara Wujudkan Nawa Cita di Kawasan Timur Indonesia

Nasional penerbangan airnav
Andi Aan Pranata • 04 September 2018 17:09
Makassar: Perusahaan layanan navigasi penerbangan Airnav Indonesia tengah merampungkan penataan ulang ruang udara di kawasan timur. Penataan berlaku bagi sektor area kontrol lapis atas atau upper control area, dengan ketinggian antara 24,5 ribu hingga 90 ribu kaki.
 
Menurut ketetapan Kementerian Perhubungan, sektor udara lapis atas di wilayah timur Indonesia saat terangkum dalam area besar bernama Ujung Pandang East. Ruang ini dikendalikan dari ATC Makassar lewat frekuensi komunikasi 128,1 MHz, meliputi pulau Sulawesi hingga Papua, dari Laut Maluku hingga Arafura.
 
Airnav lewat cabang utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC) berencana membagi ruang udara tersebut menjadi tiga sektor baru. Kelak, masing-masing akan dibentuk dengan frekuensi baru bernama Upper Manado, Upper Ambon, dan Upper Papua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Konsepnya, kita ingin meningkatkan agar kualitas komunikasi, pelayanan, dan tingkat keamanan penerbangan lebih terjaga,” kata General Manajer Airnav Indonesia cabang Makassar Novy Pantaryanto, Selasa 4 September 2018.
 
Penataan ulang ulang ruang udara lapis atas dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi antara pesawat dengan pemandu lalu lintas udara (ATC). Selama ini lalu lintas penerbangan dalam wilayah yang luas sangat terbatas, karena hanya mengandalkan satu frekuensi kontrol. Frekuensi ini melayani komunikasi penerbangan yang bisa menempuh waktu maksimal 2,5 jam dari ujung ke ujung.
 
Dengan memecah ruang udara menjadi tiga sektor, komunikasi bisa lebih efektif. Sebuah unit kontrol, misalnya, bakal melayani komunikasi dengan waktu terbang maksimal 50 menit. Itu berarti kualitas komunikasi meningkat karena beban kerja antara pilot dan ATC berkurang.
 
“Dengan sektor yang luas, kemungkinan pilot kesulitan berkomunikasi dengan ATC. Sekarang dengan luas wilayah yang sama dibagi ke dalam tiga sektor, maka tingkat konsentrasi petugas pun bisa lebih tinggi dalam melayani pilot,” Novy menjelaskan.
 
Penataan Ruang Udara Wujudkan Nawa Cita di Kawasan Timur Indonesia
Petugas pemantau lalu lintas udara di Airnav Makassar
 
Airnav cabang Makassar mengupayakan restrukturisasi ruang udara lapis atas sejak tahun 2017. Awalnya dibahas melalui serangkaian rapat dan proposal. Dilanjutkan dengan kajian teknis mengenai alat komunikasi pembantu. Sembari persiapan, digelar pelatihan tenaga pengontrol serta simulasi penggunaan frekuensi baru.
 
Airnav juga telah merampungkan kesepakatan soal koordinasi operasional. Antara lain bersama bandara-bandara di bawah Airnav cabang Makassar yang terdampak restrukturisasi. Antara lain bandara Sentani, Biak, Timika, Balikpapan, Kupang, Ambon, Manado, Surabaya, Denpasar, dan Kendari.
 
“Nanti setelah selesai semua, kita ajukan ke Kementerian Perhubungan untuk dapatkan pengesahan. Sekarang baru uji coba, dan didapatkan tingkat kepuasan pelanggan yang semakin tinggi. Pilot makin nyaman dengan kualitas komunikasi yang lebih bagus,” ujar Novy.
 
Mendukung Nawa Cita
 
Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berpedoman pada program Nawa Cita atau sembilan program prioritas. Poin ketiga mengedepankan pembangunan Indonesia dari pinggiran, mengutamakan kawasan timur Indonesia agar terwujud pemerataan pembangunan nasional.
 
Menurut Novy, restrukturisasi ruang udara sejalan dengan cita-cita tersebut. Airnav berupaya meningkatkan kualitas penerbangan di wilayah timur agar memacu pembangunan di daerah-daerah tersebut.
 
Setidaknya, Novy menyebutkan, ada tiga dampak positif jika restrukturisasi terwujud di wilayah timur, terutama Papua. Yang utama adalah penambahan frekuensi penerbangan yang beroperasi di wilayah Papua.
 
“Kedua, kelancaran dan keteraturan penerbangan di wilayah Papua. Dan yang ketiga, memperkuat tingkat keamanan atau level of safety. Pilot bakal senang beroperasi di sana,” ucapnya.
 
Penataan Ruang Udara Wujudkan Nawa Cita di Kawasan Timur Indonesia
General Manager Airnav Cabang Utama Makassar Novy Pantaryanto
 
Restrukturisasi ruang udara butuh persiapan matang. Koordinator Operasional ATC Airnav Makassar Yuyun Nugraha mengatakan, pihaknya kini mempekerjakan 128 orang tenaga pemantau langit lapis atas pada Area Control Center (ACC). Ke depan, jumlah itu akan bertambah hingga sekitar 160-an orang, untuk dibagi pada tiga sektor yang baru dibentuk.
 
Kesiapan lain berupa alat komunikasi jarak jauh, berupa pemancar radio bernama VHF-ER. Peralatan ini ditempatkan di lokasi yang tidak terjangkau pemancar pada unit kontrol ATC. Antara lain Waingapu, Kendari, dan Surabaya.
 
“Saat ini kita sudah punya 21 VHF-ER. Empat tambahan dalam proses pemasangan. Kalau radar, kita sudah siap dari dulu dengan 18 radar,” kata Yuyun.
 
Uji coba tiga sektor baru sudah hampir mencapai satu tahun, sejak dimulai pada Oktober 2017. Uji coba jadi tahap krusial untuk menentukan frekuensi terbaik. Sebab pengubahan frekuensi bagi navigasi penerbangan, disebut tidak sederhana macam menyetel siaran radio. 
 
“Targetnya restrukturisasi selesai 6 Desember 2018 nanti. Karena sejalan dengan program angkutan natal dan tahun baru. Karena untuk bulan Desember, yang ramai kan, wilayah timur sampai Papua,” Yuyun menambahkan.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif