Kapolrestabes Makassar, Kombesp Pol Dwi Ariwibowo, saat diwawancarai, di Makassar, Sulawesi Selatan. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.
Kapolrestabes Makassar, Kombesp Pol Dwi Ariwibowo, saat diwawancarai, di Makassar, Sulawesi Selatan. Medcom.id/Muhammad Syawaluddin.

12 Tersangka Vandalisme saat May Day di Makassar

Nasional may day hari buruh vandalisme
Muhammad Syawaluddin • 06 Mei 2019 14:29
Makassar: Penyidik Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Makassar telah menetapkan sebanyak 12 pelaku pengrusakan dan vandalisme di restoran cepat saji McDonald's Jalan AP Pettarani, Makassar, Rabu, 1 Mei 2019 lalu sebagai tersangka.
 
"Kita sudah tetapkan 12 tersangka kasus pengrusakan di Hari Buruh kemarin," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Dwi Ariwibowo, saat dikonfirmasi, di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 6 Mei 2019.
 
Selama lima hari setelah Hari Buruh Sedunia dilaksanakan setidaknya ada sebanyak 21 orang yang sempat diamankan lantaran diduga terlibat dalam pengrusakan dan vandalisme di Restoran cepat saji MC Donald.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


21 orang tersebut diamankan atau diringkus hanya berselang 4 hari setelah May Day oleh tim reserse kriminal Polrestabes Makassar di tempat terpisah di Kota Makassar dan beberapa lokasi di Kabupaten Gowa.
 
Namun, sebanyak sembilan orang yang dipulangkan karena setelah dilakukan penyelidikan tidak terbukti ikut dalam aksi vandalisme saat may day. Sementara 12 lainnya langsung ditetapkan sebagai tersangka.
 
"Mereka yang tertangkap kebanyakan berusia remaja, ada juga buruh, dan mahasiswa. Mereka dipulangkan masih dalam tahap penyelidikan dan mereka hanya sebagai saksi saja," katanya.
 
Pihaknya juga kata Dwi, masih mencari otak dibalik pergerakan mahasiswa dan buruh yang melakukan pengrusakan terhadap restoran cepat saji tersebut. "Kita masih menganalisa otak dari kelompok ini, siapa yang gerakkan," jelasnya.
 
Terpisah, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, mengatakan bahwa mereka yang tertangkap oleh Tim Resmob Polrestabes Makassar diduga kuat merupakan jaringa dari anarcho sindikalisme.
 
"Masih didalami, tapi berdasarkan temuan pada saat penangkapan dan hasil interogasi menunjukan indikasi kuat ke arah itu," jelasnya.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif