Petugas dari PMI Boyolali saat melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Jelok Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jateng, Rabu, 11 Mei 2022. FOTO ANTARA/Bambang Dwi Marwoto
Petugas dari PMI Boyolali saat melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Jelok Mojosongo, Kabupaten Boyolali, Jateng, Rabu, 11 Mei 2022. FOTO ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Pemkab Boyolali Gelar Penyemprotan Disinfektan Cegah Wabah PMK

Nasional Peternakan Hewan Ternak penyakit menular sapi jawa tengah
Antara • 11 Mei 2022 16:47
Boyolali: Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Peternakan bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat melakukan penyemprotan disinfektan untuk mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kaku (PMK), di Pasar Hewan Jelok Kecamatan Cepogo.
 
Penyemprotan disinfektan di pasar-pasar hewan dilakukan setelah ditemukan 15 ekor hewan sapi milik seorang peternak di Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo Boyolali, Jawa Tengah, dinyatakan positif PMK melalui uji laboratorium pada Senin, 9 Mei 2022.
 
"Kami memantau sudah ada 15 ekor sapi milik seorang peternak di Desa Singosari dinyatakan positif PMK," kata Pengurus Bidang Kebencanaan dan Relawan PMI Kabupaten Boyolali, Dahat Wilarso, di Pasar Hewan Jelok Boyolali, Rabu, 11 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: RPH Surabaya Tolak Sapi dari 4 Daerah Terjangkit Wabah PMK
 
Dia menjelaskan penyemprotan disinfektan tersebut dengan menggunakan kendaraan milik PMI yang terdiri dari 300 liter air dicampur dengan 150 liter cairan disinfektan ke kandang-kandang ternak dan lantai pasar.
 
Selain itu pihaknya juga membantu dalam penyemprotan disinfektan di pasar hewan lainnya di Boyolali seperti Sunggingan, sebagai langkah antisipasi agar penyebaran PMK tidak sampai merambah ke daerah lain, sehingga Boyolali masih aman penyakit mulut dan kuku itu.
 
Kendati demikian, pihaknya mengimbau kepada para pedagang hewan ternak untuk ikut menjaga kebersihan hewan dan kandang. Hal tersebut perlu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah tersebarnya penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak itu.
 
Sementara dokter hewan Puskeswan Kecamatan Ampel, Suratno mengemukakan penyemprotan disinfektan ke Pasar Hewan Jelok ini, yang mampu menampung 1.000 ekor sapi tiap pasaran Pahing (menurut kalender Jawa) ini, sebagai upaya penekanan dan pengawasan hewan ternak terhadap ancaman PMK.
 
Selain itu, pihaknya juga melakukan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) kepada para pedagang hewan ternak sehingga penyakit pada hewan ternak tersebut tidak sampai menular kemana-mana.
 
Kendati demikian pihaknya mengimbau pedagang supaya tetap berhati-hati dalam jual beli sapi, mengingat hewan ternak itu, rentan sekali terhadap penyakit mulut dan kuku dan penyebarannya juga sangat cepat.
 
"Pada kegiatan penyemprotan dan pengawasan Pasar Hewan Jelok Kecamatan Cepogo tersebut, tidak ditemukan hewan ternak yang mengidap PMK dan semua hewan ternak dirasa masih normal," jelasnya.
 
Dinas Peternakan Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah, sebelumnya menyebutkan sebanyak 15 ekor hewan sapi milik seorang peternak di Desa Singosari Kecamatan Mojosongo, dinyatakan positif terjangkiti PMK.
 
Menurut Kabid Kesehatan Hewan Disnakkan Boyolali drh Aviany Rifdania ada 15 ekor sapi yang sudah terkonfirmasi laboratorium. Dari 15 ekor itu, diambil sampel 10 ekor tes laboratorium dan hasilnya positif.
 
Menurut dia otomatis lima dari 15 ekor yang masih satu kandang tersebut tertular karena tingkat penularan PMK ini, sangat cepat yakni antara 90 hingga 100 persen. Karena, dari 15 ekor sapi yang terjangkit PMK gejalanya sama.
 
 
 
(DEN)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif