Yogyakarta: Hujan dan angin kencang yang terjadi di Yogyakarta, Senin, 28 Maret 2022, menyebabkan puluhan titik bencana di Kebupaten Sleman. Tak ada korban jiwa meski dampak angin kencang tersebar di banyak titik.
Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Suharyanto, mengatakan ada sebanyak 11 kecamatan yang terdampak hujan disertai angin kencang itu, yakni Depok, Mlati, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Turi, Prambanan, Cangkringan, Tempel, Gamping, dan Kalasan.
"Dampak kejadiannya pohon tumbang 25 titik, rumah rusak (8 unit), akses jalan (9 titik), papan reklame (3 titik), jaringan listrik (6 titik), tempat usaha (2 titik), kendaraan roda 4 (3 unit), kendaraan roda 2 (4 Unit), tower (1 Titik), fasilitas umum (1 Titik), fasilitas pendidikan (2 Titik), dan korban jiwa (nihil)," kata Suharyanto saat dikonfirmasi.
Baca: Tebing Bukit Kasangkah Pamekasan Longsor
Dalam sebuah laporan relawan, Kecamatan Kalasan terdapat empat empat titik. Salah satu titiknya di Jalan Temanggal, Temanggal 1 Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, pohon lamtoro diameter 60 sentimeter dan diameter 50 menimpa jaringan listrik. Tak hanya itu, namun juga menutup akses jalan.
Kemudiaan di Dusun Kadirojo 2 RT 04 RW 02 Desa Purwomartani. Di lokasi tersebut Pohon Jambu Mete berdiameter 50 sentimeter tumbang menimpa gapura dan jaringan listrik.
"Di desa tersebut atau di titik berbeda juga terdapat lima pohon tumbang. Ada menimpa rumah warga sehingga menimbulkan kerusakan," jelasnya.
Selain di Sleman, situasi hampir sama terjadi di Kulon Progo. Terjadi dua lokasi pohon tumbang dan menutup akses jalan di Kecamatan Samigaluh serta Kalibawang.
"Di lokasi kejadian dilakikan pembersihan lingkungan terdampak, perbaikan, pemotongan pohon tumbang, perbaikan jaringan listrik dan komunikasi," ungkapnya.
Yogyakarta: Hujan dan
angin kencang yang terjadi di Yogyakarta, Senin, 28 Maret 2022, menyebabkan puluhan titik bencana di Kebupaten Sleman. Tak ada korban jiwa meski dampak angin kencang tersebar di banyak titik.
Manajer Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Suharyanto, mengatakan ada sebanyak 11 kecamatan yang terdampak hujan disertai angin kencang itu, yakni Depok, Mlati, Sleman, Ngaglik, Ngemplak, Turi, Prambanan, Cangkringan, Tempel, Gamping, dan Kalasan.
"Dampak kejadiannya pohon tumbang 25 titik, rumah rusak (8 unit), akses jalan (9 titik), papan reklame (3 titik), jaringan listrik (6 titik), tempat usaha (2 titik), kendaraan roda 4 (3 unit), kendaraan roda 2 (4 Unit), tower (1 Titik), fasilitas umum (1 Titik), fasilitas pendidikan (2 Titik), dan korban jiwa (nihil)," kata Suharyanto saat dikonfirmasi.
Baca:
Tebing Bukit Kasangkah Pamekasan Longsor
Dalam sebuah laporan relawan, Kecamatan Kalasan terdapat empat empat titik. Salah satu titiknya di Jalan Temanggal, Temanggal 1 Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, pohon lamtoro diameter 60 sentimeter dan diameter 50 menimpa jaringan listrik. Tak hanya itu, namun juga menutup akses jalan.
Kemudiaan di Dusun Kadirojo 2 RT 04 RW 02 Desa Purwomartani. Di lokasi tersebut Pohon Jambu Mete berdiameter 50 sentimeter tumbang menimpa gapura dan jaringan listrik.
"Di desa tersebut atau di titik berbeda juga terdapat lima pohon tumbang. Ada menimpa rumah warga sehingga menimbulkan kerusakan," jelasnya.
Selain di Sleman, situasi hampir sama terjadi di Kulon Progo. Terjadi dua lokasi pohon tumbang dan menutup akses jalan di Kecamatan Samigaluh serta Kalibawang.
"Di lokasi kejadian dilakikan pembersihan lingkungan terdampak, perbaikan, pemotongan pohon tumbang, perbaikan jaringan listrik dan komunikasi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)