Personel TNI membantu warga membersihkan puing bangunan di rumah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (15/1/2022). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/HP)
Personel TNI membantu warga membersihkan puing bangunan di rumah yang rusak akibat gempa di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Sabtu (15/1/2022). (ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/HP)

Rumah Rusak Akibat Gempa Pandeglang Jadi 2.423 Unit

Nasional gempa Gempa Bumi bencana alam Gempa Banten Gempa Pandeglang
Antara • 18 Januari 2022 11:25
Pandeglang: Jumlah rumah warga yang rusak akibat gempa magnitudo 6,6 pada 14 Januari 2022, di Kabupaten Pandeglang, Banten, bertambah menjadi 2.423 unit. Sebelumnya jumlah rumah rusak tercatat 2.224 unit, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
 
Menurut data BPBD, gempa menyebabkan 362 rumah rusak berat, 526 rumah rusak sedang, dan 1.535 rumah rusak ringan di 171 desa yang tersebar di 30 kecamatan di Kabupaten Pandeglang.
 
"Gempa juga menyebabkan kerusakan 43 gedung sekolah, 16 puskesmas, empat kantor desa, 15 masjid, dan tiga tempat usaha," ungkap Kepala BPBD Pandeglang Girgi Jantoro di Pandeglang, Selasa, 18 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kerusakan rumah dan bangunan fasilitas umum terjadi di desa-desa di wilayah Kecamatan Sumur, Panimbang, Cikeusik, Cimanggu, Mandalawangi, Cibaliung, Sukaresmi, dan Munjul.
 
Baca: 225 Desa se-Banten Terdampak Gempa Pandeglang
 
Kemudian Carita, Angsana, Pagelaran, Jiput, Saketi, Bojong, Cigeulis, Cibaliung, Banjar, Sobang, Majasari, Menes, Pulosari, Cisata,Labuan, Cibitung, Cimanuk, Cikeudal, Picung, Cipeucang, Patia, dan Kaduhejo.
 
Girgi mengatakan BPBD akan mendata rumah warga yang rusak akibat gempa serta mengusulkan pengalokasian bantuan untuk memperbaiki kerusakan rumah warga ke pemerintah.
 
Di antara rumah warga yang rusak akibat gempa ada rumah Darsih, warga Desa Kertamukti, Kecamatan Sumur. Dinding rumah Darsih sebagian retak akibat gempa, sehingga dia bersama tiga anaknya mengungsi di rumah kerabat.
 
"Kami lebih baik tinggal di rumah kerabat dulu sebelum diperbaiki, karena khawatir roboh," kata Darsih.
 
(LDS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif