Suasana bimbingan teknis (bimtek) bagi para pengelola perpustakaan di Jawa Barat.
Suasana bimbingan teknis (bimtek) bagi para pengelola perpustakaan di Jawa Barat.

Perpustakaan Desa Dituntut Melek Digital

Roni Kurniawan • 18 Mei 2022 16:55
Bandung: Pengelola perpustakaan desa di seluruh Indonesia didorong untuk melek digital guna memberikan layanan kepada masyarakat. Hal ini bertujuan agar meningkatkan minat baca atau literasi.
 
Sebanyak 96 desa pun diberi bimbingan teknologi (bimtek) Strategi Pengembangan Perpustakaan dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Layanan Perpustakaan termasuk di Jawa Barat pada Rabu, 18 Mei 2022.
 
Menurut Pustakawan Utama, Ahmad Hadadi, transformasi perpustakaan memiliki peran signifikan meningkatkan kemampuan masyarakat. Sehingga mampu mengubah kualitas hidupnya menjadi lebih baik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peran perpustakaan pun dinilai harus ditingkatkan sebagai wahana pembelajaran bersama untuk mengembangkan potensi masyarakat. 
 
"Selain menyediakan sumber-sumber bacaan informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan untuk pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat," ujar Ahmad saat ditemui usai pembukaan bimtek di Hotel El Royal Bandung, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Guna mendukung tercapainya program tersebut, sebanyak 96 desa, 168 kabupaten di 34 provinsi penerima pelatihan tersebut yang dilaksanakan secara bergantian mulai 28 April-21 Mei 2022. Ahmad menuturkan, bimtek tersebut pun diharapkan mampu memahami kebutuhan masyarakat terkait informasi yang ada akan disajikan.
 
Baca: Transformasi Digital Perpustakaan Merupakan Keniscayaan
 
“Transformasi layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial menitikberatkan pada peningkatan kapasitas pengelola perpustakaan agar layanan perpustakaan mampu memahami kebutuhan masyarakat, memberikan inovasi layanan dengan pelibatan masyarakat serta membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan layanan perpustakaan yang sesuai kebutuhan masyarakat," bebernya.
 
Bimtek pun, lanjutnya, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pengelola perpustakaan umum di daerah tentang strategi pengembangan perpustakaan umum berbasis inklusi sosial dengan memberdayakan teknologi informasi.
 
Materi bimtek mencakup penguatan literasi untuk membangun masyarakat melalui transformasi perpustakaan, literasi digital, strategi pelibatan masyarakat, strategi peningkatan layanan informasi, strategi advokasi perpustakaan, literasi data dan penyusunan rencana kegiatan transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial dalam situasi kenormalan baru .
 
"Dengan pembekalan yang diberikan melalui Bimtek Strategi Pengembangan Perpustakaan – Teknologi Informasi dan Komunikasi diharapkan dapat membantu memingkatkan SDM pengelola perpustakaan sehingga mendorong tercapainya tujuan Program Transfomasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial yang berkontribusi dalam memperbaiki kesejahteraan rakyat untuk Indonesia maju," ungkapnya.
 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif