Awan panas guguran terpantau dalam CCTV milik BPPTKG Yogyakarta pada pukul 21.38 WIB.
Awan panas guguran terpantau dalam CCTV milik BPPTKG Yogyakarta pada pukul 21.38 WIB.

Guguran Lava dan Awan Panas Gunung Merapi Meluncur 83 Kali

Ahmad Mustaqim • 21 Mei 2022 17:17
Yogyakarta: Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada periode 13-19 Mei 2022, masih tinggi. Guguran lava dan awan panas masih terjadi puluhan kali.
 
"Pada minggu ini terjadi sekali guguran awan panas dan 82 kali guguran lava," kata Kepala BPPTKG, Hanik Humaida dalam keterangan tertulis, Sabtu 21 Mei 2022.
 
Ia menjelaskan luncuran awan panas itu terjadi di arah barat daya tepatnya di hulu Sungai Bebeng sejauh 2,5 kilometer. Sementara, guguran lava sebanyak 82 kali juga terjadi di barat daya sejauh dua kilometer.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, posisi kubah lava tidak teramati tumbuh signifikan. Ia mengatakan kubah lava di barat daya dan bagian tengah masih sekitar 4 juta meter kubik.
 
"Berdasarkan analisis foto, volume kubah lava barat daya terhitung sebesar 1.551.000 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.582.000 meter kubik," ujarnya.
 
Baca: Gunung Merapi Alami 77 Kali Gempa Guguran
 
Hanik menuturkan intensitas kegempaan pada pekan ini masih cukup tinggi. Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM, ujarnya, menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 0,7 sentimeter per hari.
 
"Intensitas curah hujan sebesar 48 milimeter per jam selama 40 menit di Pos Kaliurang. Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," tuturnya.
 
Hanik menegaskan status Gunung Merapi masih tetap siaga dengan ditunjukkan aktivitas vulkanik yang masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Sementara, ancaman bahaya dampak guguran lava dan awan panas pada jarak tiga hingga 7 kilometer dari puncak.
 
"Masyarakat diimbau agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya, mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Merapi," tutur Hanik.
 
(NUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif