Polisi saat mengamankan diduga penyusup saat demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di simpang 5 DPRD Sumsel, Rabu 7 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo
Polisi saat mengamankan diduga penyusup saat demo menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di simpang 5 DPRD Sumsel, Rabu 7 Oktober 2020. Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo

Pelajar hingga Pengangguran Susupi Aksi di Palembang

Nasional unjuk rasa uu ketenagakerjaan Omnibus Law
Gonti Hadi Wibowo • 07 Oktober 2020 19:34
Palembang: Sebanyak 180 orang yang diduga menjadi penyusup saat mahasiswa di Kota Palembang, Sumatra Selatan, mengelar aksi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di simpang 5 DPRD Sumsel, ditangkap polisi. Mereka ditangkap lantaran kedapatan membawa senjata tajam dam bom molotov.
 
"180 orang yang ditangkap terdiri dari pelajar SMP, SMK, dan pengangguran," kata Kapolda Sumsel, Irjen Eko Indra Heri, Rabu, 7 Oktober 2020.
 
Baca juga: Demo Mahasiswa di Istana Bogor Ricuh

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Eko mengatakan 180 orang itu telah dibawa ke Polrestabes Palembang untuk dilakukan pendataan. Selain itu, petugs juga melakukan pendalaman terkait temuan bom molotov yang dibawa oleh mereka.
 
Ia menjelaskan, aksi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja di Sumsel terjadi di dua lokasi yakni Kabupaten Empat Lawang dan Kota Palembang.
 
"Untuk kedua aksi itu alhamdulilah berjalan kondusif. Kami mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi terhadap ajakan untuk melakukan demo dan berita hoaks," katanya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif