Ilustrasi Gunung Bromo. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)
Ilustrasi Gunung Bromo. (Foto: Medcom.id/Daviq Umar)

Wisata Bromo Terapkan Kebijakan Bebas Kendaraan Bermotor

Nasional bebas kendaraan pribadi pariwisata daerah gunung bromo
Daviq Umar Al Faruq • 07 Januari 2021 10:10
Malang: Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNBTS) menerapkan kebijakan bebas kendaraan bermotor di kawasan Kaldera Tengger atau Bromo, Jawa Timur, dan sekitarnya. Kebijakan ini diterapkan pada Wulan Kapitu selama tiga hari.
 
Plt Kepala BB-TNBTS, Agus Budi Santosa, mengatakan, kebijakan itu merupakan salah satu implementasi 10 cara baru pengelolaan kawasan konversi yaitu penghormatan terhadap adat, budaya, dan kearifan lokal ekosistem Bromo dan sekitarnya.
 
"Namun mengingat penutupan wisata Bromo pada masa pandemi covid-19 berdampak signifikan pada ekonomi sosial masyarakat yang bergantung pada sektor wisata, tahun ini Kaldera Tengger Bebas Kendaraan Bermotor disepakati hanya dilaksanakan selama tiga hari," katanya, Kamis, 7 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelaksanaan kebijakan bebas kendaraan bermotor selama tiga hari dilakukan saat Megeng pada 13 Januari 2021 pukul 00.01 hingga 23.59 WIB, Mbabar Alit pada 29 Januari 2021 pukul 00.01 hingga 23.59 WIB, dan Mbabar Ageng pada 12 Februari 2021 pukul 00.01 hingga 23.59 WIB.
 
Baca juga: 25 Genset Disiapkan di Pengungsian Merapi Magelang
 
Batas kendaraan yang tidak diperbolehkan masuk di Kaldera Tengger antara lain sampai pintu masuk Coban Trisula Kabupaten Malang dan pintu masuk Senduro, Kabupaten Lumajang di Savana Teletubbies. Kemudian pintu masuk Cemorolawang di Bungkah, Kabupaten Probolinggo. Terakhir di pintu masuk resort Gunung Penanjakan Wonokitri di Bungkah, Kabupaten Pasuruan.
 
"Aktivitas wisata di lokasi tersebut tetap diperkenankan dengan menggunakan kuda, sepeda, tandu, dan jalan kaki. Khusus penggunaan kuda wajib menggunakan kantong kotoran kuda," jelasnya.
 
Sementara itu, untuk kepentingan dinas pemerintahan yang bersifat kegawatdaruratan dan patroli pemantauan kawasan dapat menggunakan kendaraan bermotor. Selama kebijakan diterapkan, akan dilakukan pengamanan bersama di pintu-pintu masuk dengan dukungan personel dari BB-TNBTS dan mitra.
 
Kebijakan-kebijakan tersebut diterapkan berdasarkan hasil rapat koordinasi pada Rabu, 6 Januari 2021. Rapat tersebut dihadiri oleh BB-TNBTS, forkopimda di area sekitar Bromo, pelaku usaha serta mitra BB-TNBTS.
 
"Para pihak yang hadir rapat berkewajiban untuk melaksanakan dan menyosialisasikan kesepakatan rapat kepada khalayak atau masyarakat umum," jelasnya.

 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif