Tangerang: Sebanyak tiga orang terluka akibat tertimpa reruntuhan saat kebakaran di penampungan oli bekas dan limbah plastik di Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Dua dari tiga orang yang terluka saat ini tengah dalam perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang, lantaran mengalami luka berat.
"Ada tiga orang terluka. Dua pria dewasa dan satu orang anak. Satu pria dan satu anak dibawa ke RSUD Kabupaten Tangerang karena kondisi tengah kritis," ujar Isad, Ketua RT 07 setempat, Kamis, 18 Mei 2023.
Menurut Isad, satu pria dewasa lainnya hanya mengalami luka ringan sehingga dibawa ke musala sekitar yang dijadikan tempat pengungsian warga. Dari ketiga warganya yang telah dirawat itu menjadi korban setelah alami kepanikan dan sibuk menyelamatkan harta benda pada saat kejadian.
"Jadi dia itu panik di dalam dan sibuk bawa barang-barangnya. Saat ingin keluar, mereka tertimpa baja ringan," katanya.
Isad menuturkan, kebakaran tersebut membuat 82 warga dari 22 kepala keluarga (KK) terkena dampak, sehingga harus mengungsi di musala sekitar.
"Saat ini warga yang terdampak mengungsi ke Musala Al-Istiqomah, yang juga masih satu lingkungan," jelasnya.
Saat ini, kata Isad, puluhan orang yang kini telah diungsikan itu merupakan warga penghuni dari beberapa lapak yang terbakar.
"Jadi korban ini adalah warga penghuni lapak itu sendiri, kalau warga sekitarnya tidak terdampak," ucap dia.
Isad menambahkan, warga yang terdampak kehilangan tempat tinggal tersebut membutuhkan bantuan berupa pakaian, alat tidur, hingga makanan untuk dikonsumsi.
"Mereka membutuhkan bantuan berupa pakaian, karena sudah terbakar termasuk makanan yang sangat dibutuhkan. Kalau memang ada bantuan nanti kami siap menerima," katanya.
Sementara, Komandan Regu BPBD Kabupaten Tangerang, Suprianto mengatakan, pihaknya menerjunkan enam unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakan api yang melanda lapak penampungan oli bekas itu.
"Penanganan kebakaran ini kita kerahkan enam unit mobil pemadam. Dari BPBD Kabupaten Tangerang tiga unit, Kota Tangerang dua unit dan Lippo Karawaci satu unit," kata Suprianto.
Menurut Suprianto, kejadian tersebut bermula saat pihaknya mendapat laporan dari warga tentang adanya kebakaran pada Rabu, 17 Mei 2023 sekitar pukul 18.48 WIB. Saat tiba di lokasi kejadian, api sudah berkobar dan telah melahap seluruh bangunan lapak tersebut.
"Setelah sampai lokasi ternyata yang terbakar itu lapak limbah plastik dan oli. Dan satu tempat itu diketahui sekitar ada 14 lapak," jelasnya.
Suprianto menambahkan, api baru dapat dipadamkan dalam waktu cukup lama. Pasalnya, kata Suprianto, selama proses penanganan kebakaran itu pihaknya mengalami kesulitan terkait akses masuk kendaraan.
"Selain itu, dalam proses pemadaman kita alami kesulitan kekurangan air juga, jadi agak lama untuk memadamkan api itu," ungkapnya.
Untuk kerugian materiil akibat kejadian ini belum dapat dipastikan dan sementara penyebab kebakaran masi proses penyelidikan pihak terkait.
"Penyebab belum diketahui, dan kerugian materiil juga saat ini masih kita koordinasikan," ucap dia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Tangerang: Sebanyak tiga orang terluka akibat tertimpa reruntuhan saat
kebakaran di penampungan oli bekas dan limbah plastik di Kelurahan Bencongan, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang. Dua dari tiga orang yang terluka saat ini tengah dalam perawatan di
RSUD Kabupaten Tangerang, lantaran mengalami luka berat.
"Ada tiga orang terluka. Dua pria dewasa dan satu orang anak. Satu pria dan satu anak dibawa ke RSUD
Kabupaten Tangerang karena kondisi tengah kritis," ujar Isad, Ketua RT 07 setempat, Kamis, 18 Mei 2023.
Menurut Isad, satu pria dewasa lainnya hanya mengalami luka ringan sehingga dibawa ke musala sekitar yang dijadikan tempat pengungsian warga. Dari ketiga warganya yang telah dirawat itu menjadi korban setelah alami kepanikan dan sibuk menyelamatkan harta benda pada saat kejadian.
"Jadi dia itu panik di dalam dan sibuk bawa barang-barangnya. Saat ingin keluar, mereka tertimpa baja ringan," katanya.
Isad menuturkan, kebakaran tersebut membuat 82 warga dari 22 kepala keluarga (KK) terkena dampak, sehingga harus mengungsi di musala sekitar.
"Saat ini warga yang terdampak mengungsi ke Musala Al-Istiqomah, yang juga masih satu lingkungan," jelasnya.
Saat ini, kata Isad, puluhan orang yang kini telah diungsikan itu merupakan warga penghuni dari beberapa lapak yang terbakar.
"Jadi korban ini adalah warga penghuni lapak itu sendiri, kalau warga sekitarnya tidak terdampak," ucap dia.
Isad menambahkan, warga yang terdampak kehilangan tempat tinggal tersebut membutuhkan bantuan berupa pakaian, alat tidur, hingga makanan untuk dikonsumsi.
"Mereka membutuhkan bantuan berupa pakaian, karena sudah terbakar termasuk makanan yang sangat dibutuhkan. Kalau memang ada bantuan nanti kami siap menerima," katanya.
Sementara, Komandan Regu BPBD Kabupaten Tangerang, Suprianto mengatakan, pihaknya menerjunkan enam unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakan api yang melanda lapak penampungan oli bekas itu.
"Penanganan kebakaran ini kita kerahkan enam unit mobil pemadam. Dari BPBD Kabupaten Tangerang tiga unit, Kota Tangerang dua unit dan Lippo Karawaci satu unit," kata Suprianto.
Menurut Suprianto, kejadian tersebut bermula saat pihaknya mendapat laporan dari warga tentang adanya kebakaran pada Rabu, 17 Mei 2023 sekitar pukul 18.48 WIB. Saat tiba di lokasi kejadian, api sudah berkobar dan telah melahap seluruh bangunan lapak tersebut.
"Setelah sampai lokasi ternyata yang terbakar itu lapak limbah plastik dan oli. Dan satu tempat itu diketahui sekitar ada 14 lapak," jelasnya.
Suprianto menambahkan, api baru dapat dipadamkan dalam waktu cukup lama. Pasalnya, kata Suprianto, selama proses penanganan kebakaran itu pihaknya mengalami kesulitan terkait akses masuk kendaraan.
"Selain itu, dalam proses pemadaman kita alami kesulitan kekurangan air juga, jadi agak lama untuk memadamkan api itu," ungkapnya.
Untuk kerugian materiil akibat kejadian ini belum dapat dipastikan dan sementara penyebab kebakaran masi proses penyelidikan pihak terkait.
"Penyebab belum diketahui, dan kerugian materiil juga saat ini masih kita koordinasikan," ucap dia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WHS)