Ilustrasi--Kampus Universitas Gadjah Mada. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi--Kampus Universitas Gadjah Mada. (Foto: Istimewa)

UGM Minta Mahasiswa Ikut Demo Segera Rapid Test Covid-19

Nasional uu ketenagakerjaan Virus Korona Omnibus Law Demo Tolak Omnibus Law
Ahmad Mustaqim • 13 Oktober 2020 12:14
Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada (UGM) meminta mahasiswanya yang ikut demonstrasi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja untuk segera melakukan tes cepat atau rapid test covid-19.
 
"Keperluan bagi kami untuk meyakinkan bahwa mahasiswa tidak ketularan atau menulari (covid-19). Kami ada Satgas yang mengetes itu," kata Rektor UGM Panut Mulyono, Selasa, 13 Oktober 2020.
 
Panut menjelaskan, rapid test akan ditangani bagian kemahasiswaan. Namun, ia belum memastikan kapan tes akan diselenggarakan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, mahasiswa tak harus turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi. Ia menilai, risiko penularan covid-19 cukup tinggi di tengah massa yang berkerumun.
 
Baca juga:Bawa Batu dan Miras saat Demo, 21 Remaja di Riau Ditangkap
 
"Apalagi misalnya suasananya gaduh, riuh. Ini berbahaya, makanya jangan (berdemonstrasi), nanti memperbanyak kasus covid-19 di unjuk rasa itu," ujarnya.
 
Panut mengatakan ada berbagai cara yang bisa dipakai mahasiswa untuk mengkritisi kebijakan pemerintah. Apalagi perguruan tinggi tempatnya para intelektual.
 
Mengutip surat edaran Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) nomor 1035/E/KM/2020. Surat yang diterbitkan 9 Oktober 2020, Panut mengimbau mahasiswa menyalurkan aspirasinya lewat kajian ilmiah dan disampaikan langsung kepada anggota dewan, ketimbang berdemonstrasi.
 
"Kami dengan senang hati menemani diskusi jika dilakukan oleh adik-adik mahasiswa dan membantu menyampaikan aspirasinya," ungkapnya.
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif