ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Olly: Sulut Hub di Indonesia Timur

Nasional ekspor Olly Dondokambey
Al Abrar • 08 Oktober 2020 11:12
Manado: Ekspor komoditas dari Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (Sulut) ke Bandara Narita, Jepang terus berlanjut. Volume ekspor makin besar dan jenisnya variatif.
 
Gubernur Sulut non aktif, Olly Dondokambey, mengatakan selain komoditas dari Sulut, ada juga barang-barang dari Ambon seberat 3 ton, dan dari Makassar, Sulawesi Selatan seberat 800 kg.
 
“Jadi tak hanya produk dari Sulut, bahkan daerah lain di Indonesia Timur juga kita fasilitasi. Artinya kita benar-benar sudah bisa buktikan Sulut menjadi hub di Indonesia Timur,” kata Olly dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 8 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sekadar diketahui, komoditas yang diekspor antara lain gula batu dan rempah jenis bawang merah. Untuk hasil perikanan, ada ikan tuna dari pesisir Tahuna yang mulai ikut partisipasi dalam flight dengan berat kotor 480 kg.
 
“Saya dapat kabar produk ikan tuna dari Sangihe sudah ikut masuk dalam penerbangan ketiga. Nah ini menggembirakan sekali. Artinya makin terbuka peluang menambah volume ekspor produk perikanan kita,” ujar Ollyyang sedang cuti dalam rangka kampanye pilgub Sulut.
 
Ekspor komoditas itu dilakukan melalui penerbangan langsung atau direct call memakai maskapai penerbangan Garuda Indonesia A 330-200. Terhitung sudah tiga kali barang-barang hasil pertanian dan perikanan Sulut dan daerah lainnya di kawasan Indonesia Timur diekspor ke Jepang.
 
“Ini yang ketiga kali sejak diluncurkan oleh Pak Gubernur. Kami terus menggalakkan para nelayan dan petani untuk memanfaatkan jalur ekspor ini,” ujar Kadis Perikanan dan Kelautan Sulut, Tineke Adam usai mengikuti proses pengiriman langsung di Bandara Sam Ratulang.
 
Ekspor perdana ke Jepang dilepas oleh Olly pada 23 September 2020, bertepatan dengan HUT ke-56 Sulut. Saat itu komoditas yang diekspor meliputi hasil perikanan senilai 66.000 Dolar AS, ditambah 4,5 ton ikan dari Ambon, Maluku serta 100 kg sampel komoditas pertanian Sulut berupa nanas, bawang merah, pala, dan komoditi lainnya.
 
Ekspor kedua dilepas pada 30 September 2020 dengan jumlah yang bertambah. Meliputi komoditas ikan tuna, ikan nila, lobster dengan total 6.1 Ton serta sampel pertanian 90 kg. Untuk tahap ketiga, angkanya bertambah menjadi lebih dari 9,1 ton.
 
(ALB)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif