NEWSTICKER
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Ganip Warsito saat memberikan keterangan pers. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Ganip Warsito saat memberikan keterangan pers. Foto: Medcom.id/Roylinus Ratumakin.

Sebab Jatuhnya Helikopter MI-17 Diselidiki

Nasional helikopter hilang kontak
Roylinus Ratumakin • 17 Februari 2020 14:11
Jayapura: Penyebab jatuhnya Helikopter MI-17 Penerbad dengan nomor registrasi HA 5138 pada Jumat, 28 Juni 2019, masih tanda tanya.Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) Mabes TNI masih menyelidiki detailed feasibility report (DFR) yang bisa menjelaskan sebab jatuhnya Helikoper MI-17.
 
"Ada prosedurnya membuka (DFR) dan dilakukan evaluasi. Kami serahkan hasil penelitian kepada Puspenerbad," kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Pangkogabwilhan III) Letjen TNI Ganip Warsito, di Base Ops Lanut Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin, 17 Februari 2020.
 
Warsito berharap masyarakat tidak berspekulasi atas jatuhnya helikopter milik TNI AU tersebut. Dia juga membantah klaim Tentara Nasional Pembebasan/Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) yang menembak jatuh helikopter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita tunggu saja hasilnya. Saya belum bisa katakan helikopter tersebut jatuh karena apa," ujarnya.
 
Terpisah, Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab, mengapresiasi semua pihak yang telah membantu TNI dalam proses penemuan dan evakuasi korban Helikopter MI-17. Herman juga mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah, khususnya Bupati Pegunungan Bintang Costan Oktemka, beserta jajaran.
 
"Terima kasih juga kepada para tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama Kabupaten Pegunungan Bintang pada umumnya dan masyarakat Distrik Oksop pada khususnya, yang telah membantu kami sejak awal pencarian sampai ditemukannya jenazah korban," ujar dia.
 
Helikopter MI-17 membawa 12 penumpang, kemudian hilang kontak setelah 10 menit lepas landas dari Bandara Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, menuju Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura. Helikopter tersebut tengah melakukan misi Pendorongan Logistik (Dorlog) ke Pos Udara Pengamanan Perbatasan (Pamtas) di Distrik Okbibab.
 

 

(LDS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif