Solo: Pasien positif korona di Solo, Jawa Tengah, bertambah 29 orang dalam sehari. Penambahan tersebut rekor baru setelah akhir pekan lalu terjadi peningkatan 18 pasien positif dalam sehari.
"Iya per hari ini ada tambahan 29 orang. Jadi total jumlah pasien positif korona ada 100 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, saat dikonfirmasi, Rabu, 15 Juli 2020.
Baca: Wagub Kalimantan Timur Positif Covid-19
Siti menjelaskan dari jumlah tersebut, 41 orang di antaranya sembuh, 22 orang menjalankan isolasi mandiri, 32 orang dirawat intensif di RS, serta lima orang meninggal.
Jumlah penambahan 29 pasien positif korona dalam satu hari tersebut berasal dari beberapa klaster dan kasus baru. Satu orang dari penambahan pasien positif dari klaster pedagang Pasar Harjodaksino, 13 lainnya dari klaster mahasiswa UNS Solo, enam orang dari klaster pedagang tahu kupat, serta dua orang dari klaster anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
"Lali ada enam orang merupakan hasil tracing dari laporan pasien anak positif Covid-19 asal Semarang, Jawa Tengah yang diketahui sempat berkunjung ke sejumlah kerabatnya di Solo. Dan kasus baru muncul dari salah satu pasien yang diketahui positif pasca melakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) secara mandiri," jelasnya.
Sementara Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan Kota Solo saat ini tengah menghadapi puncak kedua penyebaran covid-19.
"Memang pelonggaran mau tidak mau untuk menjaga ekonomi, tapi harus mau juga konsekuensinya dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Karena itu satu-satunya senjata kita sebelum entah kapan vaksinnya ditemukan," ungkap Tonang.
Solo: Pasien positif korona di Solo, Jawa Tengah, bertambah 29 orang dalam sehari. Penambahan tersebut rekor baru setelah akhir pekan lalu terjadi peningkatan 18 pasien positif dalam sehari.
"Iya per hari ini ada tambahan 29 orang. Jadi total jumlah pasien positif korona ada 100 orang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, saat dikonfirmasi, Rabu, 15 Juli 2020.
Baca:
Wagub Kalimantan Timur Positif Covid-19
Siti menjelaskan dari jumlah tersebut, 41 orang di antaranya sembuh, 22 orang menjalankan isolasi mandiri, 32 orang dirawat intensif di RS, serta lima orang meninggal.
Jumlah penambahan 29 pasien positif korona dalam satu hari tersebut berasal dari beberapa klaster dan kasus baru. Satu orang dari penambahan pasien positif dari klaster pedagang Pasar Harjodaksino, 13 lainnya dari klaster mahasiswa UNS Solo, enam orang dari klaster pedagang tahu kupat, serta dua orang dari klaster anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah.
"Lali ada enam orang merupakan hasil tracing dari laporan pasien anak positif Covid-19 asal Semarang, Jawa Tengah yang diketahui sempat berkunjung ke sejumlah kerabatnya di Solo. Dan kasus baru muncul dari salah satu pasien yang diketahui positif pasca melakukan tes swab polymerase chain reaction (PCR) secara mandiri," jelasnya.
Sementara Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 RS Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Tonang Dwi Ardyanto, mengatakan Kota Solo saat ini tengah menghadapi puncak kedua penyebaran covid-19.
"Memang pelonggaran mau tidak mau untuk menjaga ekonomi, tapi harus mau juga konsekuensinya dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Karena itu satu-satunya senjata kita sebelum entah kapan vaksinnya ditemukan," ungkap Tonang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEN)