Penggagas Kenduri Kebangsaan, Teuku Taufiqulhadi. Foto: Istimewa
Penggagas Kenduri Kebangsaan, Teuku Taufiqulhadi. Foto: Istimewa

Kenduri Kebangsaan untuk Aceh

Nasional aceh Kenduri Kebangsaan
Medcom • 05 Februari 2020 14:11
Jakarta: Yayasan Sekolah Sukma Bangsa bakal menggelar Kenduri Kebangsaan pada Sabtu, 22 Februari 2020. Gelaran itu bekerja sama dengan Forum Bersama (Forbes) Anggota DPR dan DPD asal Aceh.
 
Penggagas Kenduri Kebangsaan,Teuku Taufiqulhadi, mengatakan kenduri dilakukan untuk menunjukkan Aceh mampu bangkit dari masa lalu dan bergerak untuk masa depan.
 
"Seluruh masyarakat Aceh berada dalam kebersamaan kembali untuk membangun Aceh bersama-sama," kata Taufiqulhadi kepada Medcom.id Selasa, 4 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taufiqulhadi juga menyebut kenduri digelar untuk mengingat sejarah berdiri Yayasan Sekolah Sukma Bangsa. Yayasan itu didirikan oleh Chairman Media Group Surya Paloh untuk pendidikan anak Indonesia, khususnya anak-anak yang berasal dari Aceh.
 
Semua bermula dari tragedi tsunami yang menimpa Aceh pada 2004. Ratusan ribu orang menjadi korban. Banyak anak kehilangan orang tua. Tak jelas pula bagaimana masa depan mereka.
 
Surya lalu mencetuskan ide memberi bantuan pendidikan terhadap mereka. Dua tahun setelah bencana dahsyat itu, Yayasan Sukma Bangsa berdiri. Yayasan ini kemudian memberikan beasiswa penuh bagi anak-anak korban tsunami.
 
Taufiqulhadi berharap dengan gelaran Kenduri Kebangsaan itu, Yayasan Sukma Bangsa bisa berkembang di seluruh Indonesia serta memperteguh dari Aceh untuk Indonesia.
 
"Maka itu alasan kita melaksanakan kenduri. Kenduri memiliki makna pesta rakyat. Pesta rakyat untuk mendukung majunya Yayasan Sekolah Sukma," kata Taufiqulhadi.
 
Taufiqulhadi menyebut, selain anak-anak Aceh, Sekolah juga mendidik kurang lebih 20 siswa asal Filipina Selatan. Mereka sepenuhnya mendapat beasiswa.
 
"Diharapkan mereka menjadi duta bangsa kelak yang akan mejembatani hubungan baik antara Indonesia dan Filipina," ujar Taufiqulhadi.
 
Anggota DPR dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Illiza Saaduddin Jamal menyebut acara itu berawal dari niat baik para tokoh Aceh mengawal Aceh di masa depan. Kenduri Kebangsaan juga merupakan bentuk kebersamaan bangsa. Nilai keacehan, keislaman, serta kebangsaan Indonesia, kata dia, harus bersatu dalam kebersamaan.
 
"Baik tingkat eksekutif, para ulama, legislatif, kita juga akan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk hadir di Kenduri Kebangsaan ini," ungkap Illiza.
 
Melalui kenduri ini, kata Iliza, Aceh tidak selalu bicara kejayaan sejarah, tapi bagaimana masyarakat Aceh bergerak di masa depan. Apalagi saat ini Aceh termasuk daerah yang masih miskin. Data BPS, jumlah penduduk miskin di Aceh di 2019 mencapai 810.000 jiwa dengan jumlah angkatan kerja 2,3 juta dari total penduduk Aceh sebanyak 5.281.891 juta jiwa.
 
Illiza berharap momentum ini dapat dimanfaatkan semua elemen di Aceh. Pasalnya acara ini akan dihadiri sejumlah tokoh nasional dari menteri hingga Presiden Joko Widodo. Ia juga mengingatkan perlunya evaluasi secara menyeluruh dari Pemprov Aceh sehingga bisa dilakukan intervensi menyelesaikan masalah kemiskinan dan mempercepat pembangunan di seluruh sektor.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif