Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Puncak DBD di Temanggung Diprediksi pada Oktober

Nasional demam berdarah
Media Indonesia.com • 09 Juli 2020 11:33
Temanggung: Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, saat ini masih tinggi. Puncak penyebaran diperkirakan pada Oktober-November, saat curah hujan cenderung tinggi.
 
Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung Sri Hartati, menyebutkan, berdasarkan data per 8 Juli 2020, angka kasus demam berdarah di wilayahnya sudah mencapai 668.
 
"Puncak penyebaran penyakit demam berdarah diperkirakan Oktober-November. Pada saat itu biasanya curah hujan tinggi dan banyak genangan air, sehingga memungkinkan nyamuk aedes aegypti berkembang lebih cepat," ujar Sri, Rabu, 8 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia membeberkan dari 668 kasus, sebanyak 399 kasus merupakan demam dengue (DD) dan 265 lainnya adalah demam berdarah dengue (DBD). Sedangkan yang mengalami dengue shock syndrome (DSS) sebanyak empat orang.
 
Dari ratusan kasus tersebut, empat orang meninggal, dan ada yang berupa kasus impor atau dari luar, ada pula yang indegenius atau transmisi lokal.
 
Baca juga:Kota Bekasi Klaim Sudah Zona Hijau Covid-19
 
Sebelum memasuki puncak penyebaran demam berdarah sekitar Oktober, Dinas Kesehatan setempat telah melakukan berbagai upaya antisipasi. Antara lain pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan pengasapan insektisida atau fogging dan metode 3 M. Yakni menguras dan menutup tempat penampungan air. Serta mendaur ulang barang yang berpotensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
 
"Kami meminta masyarakat tetap menggalakan pola hidup bersih sehat (PHBS). Kami juga berupaya melakukan penguatan Komonikasi Informasi dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat, terutama untuk daerah endemis," lanjut dia.
 
Sebelumnya, Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung, Khabib Mualim, mengatakan, angka kasus demam berdarah tahun ini tertinggi dalam empat tahun terakhir.
 
Ia menyebutkan, selama tahun 2017 terjadi 326 kasus, terdiri dari 137 kasus DD, dan 189 kasus DBD. Sepanjang tahun 2018 terdapat 318 kasus. Terdiri dari 168 kasus DD dan 150 kasus DBD. Kemudian selama tahun 2019 terjadi 643 kasus, terdiri dari 346 DD, 297 DBD, dan tiga kasus DSS. (Tosiani)
 
(MEL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif