medcom.id, Sidoarjo: Hari kedua sejak dinyatakan hilang, rumah pilot pesawat AirAsia QZ 8501 Kapten Irianto masih terlihat didatangi kerabat, Senin (29/12/2014). Kedua anak pilot ini masih berharap ayah mereka bisa kembali dalam keadaan selamat.
Keluarga Kapten Irianto tinggal di Perumahan Pondok Jati, Nomor 12 A Blok BC, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Di rumah ini, Kapten Irianto tinggal bersama istri serta dua anaknya Angel, 25, dan Arya Galih, 7.
Anak sulung Irianto, Angel, berharap upaya pencarian pesawat bisa segera membawa hasil dan ayahnya juga selamat. Adik Angel, Galih yang masih duduk di kelas 2 SD juga beberapa kali menanyakan ayahnya yang belum pulang.
Kontak terakhir antara Angel dengan ayahnya terjadi, Kamis (25/12/2014). Saat itu, dia menyampaikan keinginan agar dinding kamarnya dipasang televisi. Irianto juga sudah menjanjikan akan mencari televisi yang sesuai dengan keinginan anaknya ini.
"Papa sangat memperhatikan kebutuhan kami bahkan yang kecil-kecil sekalipun," kata Angel, di rumahnya.
Kapten Irianto pernah aktif sebagai pilot TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Iswahjudi Kabupaten Magetan. Pria tiga bersaudara ini pernah menerbangkan pesawat tempur F-16. Namun dia kemudian mengajukan pensiun dini dan kemudian bekerja di perusahaan maskapai swasta. Kapten Irianto pernah bergabung dengan maskapai Adam Air sebelum akhirnya menjadi pilot AirAsia sejak 2008 lalu.
Irianto memiliki dua adik laki-laki. Adiknya yang nomor dua meninggal dunia seminggu lalu karena menderita sakit jantung.
Rumah Irianto ramai kedatangan kerabat dan keluarga lain. Mereka yang datang ingin memberikan kekuatan psikologis keluarga Irianto yang menunggu hasil pencarian pesawat.
Di mata keluarga, Kapten Irianto dikenal perhatian terhadap istri dan dua anaknya. Demikian pula di mata lingkungan, Irianto merupakan Ketua RT 39 RW 9 Perumahan Pondok Jati.
Pria berusia 57 tahun tersebut juga anggota takmir masjid di komplek perumahannya. Aktivitas di komplek perumahan itu sudah dilakoni Irianto sejak tahun 2000.
"Beliau sering berkecimpung dalam lingkungan perumahan apabila tidak terbang," kata Bagrianto, tetangga Irianto, kemarin.
Selain aktif di komplek rumahnya, dia juga memiliki hobi naik motor gede (moge). Irianto tercatat menjadi anggota Phantom Community Surabaya (PCS) dan Motor Besar Club (MBC) Provinsi Jawa Timur.
"Beliau terakhir tur ke pantai Prigi Trenggalek, seminggu lalu," kata Cahyo Puji, anggota MBC Jatim.
Hobi moge terlihat dengan adanya dua unit moge di rumah Irianto. Satu moge terlihat diparkir di dalam rumahnya. Sementara satu moge lagi ada di teras rumah ditutupi terpal.
medcom.id, Sidoarjo: Hari kedua sejak dinyatakan hilang, rumah pilot pesawat AirAsia QZ 8501 Kapten Irianto masih terlihat didatangi kerabat, Senin (29/12/2014). Kedua anak pilot ini masih berharap ayah mereka bisa kembali dalam keadaan selamat.
Keluarga Kapten Irianto tinggal di Perumahan Pondok Jati, Nomor 12 A Blok BC, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo. Di rumah ini, Kapten Irianto tinggal bersama istri serta dua anaknya Angel, 25, dan Arya Galih, 7.
Anak sulung Irianto, Angel, berharap upaya pencarian pesawat bisa segera membawa hasil dan ayahnya juga selamat. Adik Angel, Galih yang masih duduk di kelas 2 SD juga beberapa kali menanyakan ayahnya yang belum pulang.
Kontak terakhir antara Angel dengan ayahnya terjadi, Kamis (25/12/2014). Saat itu, dia menyampaikan keinginan agar dinding kamarnya dipasang televisi. Irianto juga sudah menjanjikan akan mencari televisi yang sesuai dengan keinginan anaknya ini.
"Papa sangat memperhatikan kebutuhan kami bahkan yang kecil-kecil sekalipun," kata Angel, di rumahnya.
Kapten Irianto pernah aktif sebagai pilot TNI Angkatan Udara di Pangkalan Udara Iswahjudi Kabupaten Magetan. Pria tiga bersaudara ini pernah menerbangkan pesawat tempur F-16. Namun dia kemudian mengajukan pensiun dini dan kemudian bekerja di perusahaan maskapai swasta. Kapten Irianto pernah bergabung dengan maskapai Adam Air sebelum akhirnya menjadi pilot AirAsia sejak 2008 lalu.
Irianto memiliki dua adik laki-laki. Adiknya yang nomor dua meninggal dunia seminggu lalu karena menderita sakit jantung.
Rumah Irianto ramai kedatangan kerabat dan keluarga lain. Mereka yang datang ingin memberikan kekuatan psikologis keluarga Irianto yang menunggu hasil pencarian pesawat.
Di mata keluarga, Kapten Irianto dikenal perhatian terhadap istri dan dua anaknya. Demikian pula di mata lingkungan, Irianto merupakan Ketua RT 39 RW 9 Perumahan Pondok Jati.
Pria berusia 57 tahun tersebut juga anggota takmir masjid di komplek perumahannya. Aktivitas di komplek perumahan itu sudah dilakoni Irianto sejak tahun 2000.
"Beliau sering berkecimpung dalam lingkungan perumahan apabila tidak terbang," kata Bagrianto, tetangga Irianto, kemarin.
Selain aktif di komplek rumahnya, dia juga memiliki hobi naik motor gede (moge). Irianto tercatat menjadi anggota Phantom Community Surabaya (PCS) dan Motor Besar Club (MBC) Provinsi Jawa Timur.
"Beliau terakhir tur ke pantai Prigi Trenggalek, seminggu lalu," kata Cahyo Puji, anggota MBC Jatim.
Hobi moge terlihat dengan adanya dua unit moge di rumah Irianto. Satu moge terlihat diparkir di dalam rumahnya. Sementara satu moge lagi ada di teras rumah ditutupi terpal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(JCO)