Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat melakukan konfrensi pers terkait hasil sidang etik oknum Kapolsek di Parigi Moutong yang diduga telah melakukan tindakan asusila, Sabtu (23/10/2021). ANTARA/Kristina Natalia/am.
Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufahriadi saat melakukan konfrensi pers terkait hasil sidang etik oknum Kapolsek di Parigi Moutong yang diduga telah melakukan tindakan asusila, Sabtu (23/10/2021). ANTARA/Kristina Natalia/am.

Berita Populer Daerah: Kapolda Sulteng Minta Maaf Hingga Polemik Penyiksaan Anjing oleh Satpol PP di Aceh

Nasional kecelakaan lalu lintas asusila anjing Berita Populer Berita Populer Daerah Kapolsek Parigi Iptu IDGN
Whisnu Mardiansyah • 25 Oktober 2021 09:15
Berbagai peristiwa menjadi pemberitaan utama di berbagai daerah sepanjang Minggu, 24 Oktober 2021. Mulai dari kelanjutan tindakan asusila oknum Kapolsek di Sulawesi Tengah hingga polemik penyiksaan anjing oleh Satpol PP di Kabupaten Aceh Singkil.

Kapolda Sulteng Minta Maaf

Pertama,  Kapolda Sulawesi Tengah, Irjen Pol Rudy Sufahriadi, meminta maaf kepada seluruh masyarakat Sulteng, terkait kasus asusila yang menjerat anggotanya. Pernyataan Kapolda itu menyusul tindakan dugaan asusila yang dilakukan eks kapolsek di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), berinisial Iptu IDGN.
 
“Selaku Kapolda Sulteng saya menyampaikan permohonan maaf saya kepada masyarakat karena masih ada anggota yang melakukan pelanggaran disiplin,” kata Rudy di Palu, Minggu, 24 Oktober 2021.
 
Rudy menegaskan, sesuai dengan instruksi Kapolri untuk menindak dan memberikan hukuman tegas kepada anggota Polri yang melakukan kesalahan maupun pelanggaran hukum lainnya.
 
“Sesuai dengan instruksi Kapolri, kita tidak boleh ragu-ragu untuk menindak dan memberikan hukuman,” tegas Rudy.
 
Selengkapnya di sini: Kapolda Sulteng Minta Maaf Atas Kasus Asusila Eks Kapolsek Perkosa Anak Tersangka


Polemik Penyiksaan Anjing oleh Satpol PP

Kedua, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Singkil Ahmad Yani membantah telah melakukan tindakan penyiksaan terhadap seekor anjing hingga mati dari sebuah lokasi wisata di Pulau Banyak. Ia menyebut anjing itu mati karena stres.
 
“Tidak ada penyiksaan yang dilakukan anggota di lapangan, anjing itu diduga mati karena stres seusai diamankan oleh anggota saat akan dibawa ke daratan,” kata Ahmad Yani di Meulaboh, Minggu, 24 Oktober 2021.
 
Ia mengatakan, anjing tersebut ditangkap petugas Satpol PP Aceh Singkil setelah menerima surat dari camat terkait pemberlakuan wisata halal di kawasan Pulau Banyak Aceh Singkil.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selengkapnya di sini: Bantah Siksa Hewan, Kasatpol PP Aceh Singkil Sebut Anjing di Pulau Banyak Mati karena Stres


Kecelakaan Maut Minibus vs Truk

Tabrakan maut kembali terjadi di Jambi antara mobil minibus Toyota Kijang dengan nomor polisi BH 1997 LD bertabrakan dengan mobil truk colt diesel bernopol BA 8509 EU pada Minggu, 24 Oktober 2021. Kecelakaan mengakibatkan lima orang tewas ditempat.
 
Saksi mata menyebutkan, kedua kendaraan dari arah berlawanan itu bertabrakan di Jalan Lintas Sumatera Jambi KM 17, Desa Embacang Gedang, Kecamatan Tanah sepenggal lintas Kabupaten Bungo menuju Jambi.
 
Akibat kecelakaan itu, supir dan penumpang truk selamat sedangkan supir dan penumpang mobil kijang semua tewas. Kapolres Bungo, AKBP Guntur Saputro saat dikonfirmasi membenarkan ada kecelakaan maut tersebut.
 
Selengkapnya di sini: Kecelakaan Maut Minibus Vs Truk di Jambi, 5 Orang Tewas

 
(WHS)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif