Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id/Mohammad Rizal)

Demonstrasi Berujung Ricuh di Wamena karena Hoaks

Nasional aksi massa demo mahasiswa
Antara • 23 September 2019 12:28
Jayapura: Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja memastikan aksi mahasiswa di Wamena, Jayawijaya, Papua, Senin, 23 September 2019, dipicu hoaks. Tudingan rasialisme oknum guru terhadap salah satu siswa di Wamena tidak benar.
 
"Wamena pada minggu lalu ada isu bahwa ada seorang guru mengeluarkan kata-kata rasis sehingga sebagai bentuk solidaritas melakukan aksi demonstrasi atau unjuk rasa pagi tadi," ujarnya di Abepura, Papua, melansir Antara, Senin, 23 September 2019.
 
Rudolf mengatakan aksi massa yang sempat ricuh itu telah dilokalisasi oleh personel Brimob BKO Nusantara yang diperbantukan di Wamena. Massa juga dipaksa mundur oleh Bupati Jayawijaya, John Richard Banua.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bupati Jayawijaya juga sudah mendekati mereka (pendemo) supaya tidak lagi melakukan tindakan anarkistis," katanya.
 
Rudolf menegaskan tindakan rasialisme yang diembuskan hoaks. Pihaknya telah mengonfirmasi hal itu kepada oknum guru yang dimaksud.
 
"Hanya isu, guru tersebut sudah kita tanyakan dan dia katakan tidak pernah keluarkan kata-kata atau kalimat rasis, itu sudah kita pastikan," ungkapnya.
 
Rudolf pun mengimbau masyarakat dan elemen pendukung lainnya agar tidak cepat terhasut isu hoaks yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.
 
"Kami berharap masyarakat di Wamena dan Papua pada umumnya tidak termakan isu hoaks atau tidak benar. Bijaklah dalam bersikap dan menerima informasi," pungkasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif